Traveler Rusia Percaya ‘Cap Tikus’ Mampu Tangkal Virus Corona

oleh -36.686 views
Igor Vasilyev berpose di pabrik cap tikus di Pegunungan Pagimana setelah tersesat dan kehabisan air minum pada 2017 silam. (SANGALU/ HO- RA)

SANGALU, Luwuk – Seorang traveler asal Rusia bernama Igor Vasilyev, yang videonya sempat viral karena mengkonsumsi minuman beralkohol lokal itu, percaya bahwa ‘cap tikus’ mampu menangkal virus corona (Covid 19). Itu diungkapkannya saat masuk ke wilayah Kabupaten Banggai.

RA, rekannya yang merupakan konten kreator youtube spesialis petualangan alam liar mengatakan kedatangan Igor ke Kabupaten Banggai sudah yang kedua kalinya.

Sebelumnya, tahun 2017 silam Ia sempat bertandang ke Banggai dan bersama-sama berarung jeram menyusuri Sungai Taloyon, setelah mendayung berhari-hari dari Kepulauan Togean ke Pagimana, serta mendayung dari Banggai Kepulauan ke Banggai Laut.

Saat berjalan pulang dari menyusuri sungai dari Mata Air Liku Paseda dan berkemah beberapa hari di situ, mereka sempat tersesat dan kehabisan bekal.

Alhasil, Ia dan RA tak sengaja memasuki kawasan perkebunan warga di Pegunungan Pagimana. Mereka menemukan sebuah gubuk dengan pisang mentah tanpa air minum.

Namun, mereka menemukan beberapa jeriken ukuran lima liter berisi hasil olahan sari buah enau. Yang oleh masyarakat sekitar minuman ini dikenal dengan sebutan ‘cap tikus’.

Awalnya, Igor ragu untuk minum. Tapi setelah mencicipi, Ia pun ketagihan. Bahkan, Igor membuat terobosan dengan mencampurkan gula ke gelas cap tikusnya.

“Ini sangat keras. Tapi lebih baik jika dicampur gula, biar terasa seperti tequila,” ungkapnya dalam bahasa Inggris, seperti terlihat dalam sebuah video petualangan di channel youtube RA.

Baca juga:  Suhu Tubuh Normal, 290 Penumpang KM Tilongkabila Dinyatakan Negatif COVID-19

RA mengaku dua bulan lalu Ia kembali ditelepon Igor. Pria lajang itu mengungkapkan bingung liburan kemana, kemudian mengungkapkan kerinduannya untuk menegak cap tikus.

“Saya mau ke Banggai lagi. Mau minum cap tikus. Karena pemerintah kami minta warga konsumsi minuman beralkohol untuk menangkal virus corona,” papar RA soal pembicaraannya dengan Igor di telepon.

Hari ini, Igor kembali menyapanya dan menyebutkan jika Ia telah berada di Togean. RA sempat was was atas informasi itu di tengah mewabahnya virus corona, sehingga Ia pun menanyakan kembali soal kesehatannya.

Igor lalu menyebut bahwa dirinya sudah lebih dari 28 hari di Indonesia. Berangkat dari Siberia, Rusia, Ia transit di Kuala Lumpur, sebelum akhirnya menyeberang ke Tarakan, Nunukan, pulau Kalimantan. Kemudian ke Pare-pare, lalu Toraja, Sulawesi Selatan, dan ke Sulawesi Tengah.

Baca juga:  Lapangan Futsal Tandalo Hils Diduga Salah Sasaran

“Di Sulteng Igor sudah mengunjungi Poso, Ampana sebelum ke Togean,” jelas RA.

Igor mengaku sejauh ini Ia merasa sangat fit dan siap menengak cap tikus lagi. Pria yang berasal dari wilayah paling dingin di Rusia ini mengatakan sangat kangen dengan rasa cap tikus.

“Saya percaya dengan saran pemerintah kami. Bahwa minuman beralkohol baik untuk menangkal virus corona,” paparnya kepada RA.

Igor berencana dalam waktu dekat kembali ke Kabupaten Banggai dan ingin menapaki jejaknya di sekitar Air Terjun Taloyon.

Sebagai orang yang pertama kali memviralkan video susur sungai Taloyon, Igor merasa ada sesuatu yang membuatnya ingin kembali menapaki jalur sungai itu.

Baca juga:

 

Benarkah alkohol bisa menangkal virus corona? 

Sebelumnya, di Indonesia memang viral pemberitaan terkait mengkonsumsi minuman beralkohol bisa menangkal virus corona. Namun, sejumlah ahli berpendapat beda.

Dokter spesialis paru Dr. dr. Erlina Burhan, MSc, SpP(K) seperti dilansir MalangPostcom menegaskan, informasi yang sudah tersebar terkait alkohol bisa membunuh virus corona tersebut tidak benar.

Baca juga:  Jubir COVID-19 Nurmasita: Jumlah PDP Banggai 7 Orang di RSUD Luwuk

“Itu jelas hoax. Tidak ada hubungannya (alkohol dapat membunuh virus corona),” tegas dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, menurut penilitian alkohol 70 persen memang dapat menginaktifkan virus dan desinfektan. “Namun, harus direndam. Kalau diminum secara terus menerus akan berdampak buruk. Bahkan hingga meninggal dunia,” kata dia.

Dia mencontohkan, penggunaan alkohol ini diibaratkan obat betadine. “Memang dengan menggunakan betadine luka akan sembuh, tapi bukan berarti betadine itu untuk diminum,” jelas dia.

Pada kesempatan tersebut, dia menguraikan, sampai saat ini, pencegahan penularan virus corona berdasarkan dari daya tahan tubuh seseorang. “Bukan diasupi alkohol yang membuat tubuh rentan mendapatkan virus,” kata dia.

Sehingga, yang dibutuhkan adalah pola makan yang seimbang dan istirahat yang cukup. “Serta, konsumsi vitamin dan juga air putih,” lanjut dia.

Pada kesempatan tersebut, ia menegaskan, masyarakat tidak boleh langsung percaya terhadap informasi yang belum tentu kebenarannya. “Harus dikroscek dulu, jangan terburu percaya, apalagi ikut menyebarkan,” tandas dia.*

 

(van/mp)

 

video: Orang Rusia Mabuk di Pabrik Cap Tikus