Stok Beras di Pasar Simpong Kosong, Bulog Gelar Pasar Murah

oleh -352 views
Stand penjualan sembako oleh Perum Bulog Subdivre Luwuk di Dinas Ketapang Banggai, Jumat (27/3). [SANGALU/ HO- Perum Bulog]

SANGALU, Luwuk – Pasca penetapan seorang pasien di Palu positif terpapar Corona Virus Disease (COVID-19), sejumlah warga Luwuk, Kabupaten Banggai mulai mempersiapkan diri dan menyimpan kebutuhan bahan pokok seperti beras.

Kondisi ini menyebabkan stok beras di Pasar Simpong habis. Parahnya, kondisi yang sama juga terjadi di beberapa toko sembako yang biasanya menyediakan beras dalam jumlah besar.

Kekosongan stok beras di pasar membuat beberapa warga kelabakan mencari kebutuhan bahan makanan untuk keluarga. Hal ini dirasakan Rizky, warga Luwuk saat dirinya hendak membeli beras di Pasar Simpong, Jumat (27/3/2020) siang.

“Tidak ada beras di Pasar Simpong. Semua penjual saya datangi katanya habis. Pokoknya kosong stok,” ungkap Rizky.

Ia mengaku telah keliling ke beberapa toko penjual sembako ke arah Luwuk Utara tapi hasilnya tetap saja nihil. Semua penjual mengaku stok beras kosong. “Pusing juga kalau tidak dapat. Karena ini kebutuhan utama, kebutuhan pokok,” paparnya.

Baca juga:  Heppy Manopo Sarankan Pemda Antisipasi Stagnasi Ekonomi

Rizky mengaku beruntung karena ada yang kemudian menginformasikan bahwa stok beras masih tersedia di gudang Bulog. Tak menunggu lama, Pria milenial ini, pun bergegas menuju tempat yang ditunjukkan.

“Saya diinformasikan ada di bulog dan saya beli ke sana. Mereka buka pasar murah di ketapang tadi, jadi saya langsung beli. Kalau tidak dapat, terpaksa cari makanan siap saji,” katanya terkekeh.

Terpisah, Kepala Perum Bulog Subdivre Luwuk, Rendy Hidayat mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banggai memang telah mengantisipasi kejadian seperti ini. Oleh karena itu, pihaknya melakukan operasi pasar dengan menjual beberapa barang kebutuhan pokok seperti beras dan mie instan.

“Iya kita saat ini lagi buka pasar murah. Kita jual sembako seperti beras dan minyak kelapa,” kata Rendy siang tadi.

Baca juga:  Pedagang Pasar Simpong Protes Pemberian Ijin Jualan di Tepi Jalan

Penjualan sembako oleh Perum Bulog akan dilakukan setiap hari di halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan. Untuk itu, kepada masyarakat yang membutuhkan beras dan kebutuhan lainnya dipersilahkan untuk mengunjungi stand penjualan yang tersedia.

“Kalau untuk beras itu masih cukup sampai lebaran. Stok masih aman dan kita akan terus lakukan operasi pasar murah setiap hari kerja,” terangnya.

Baca juga:

Petugas Bulog dan Dinas Ketapang saat melaksanakan penjualan beras dan kebutuhan pokok lainnya di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banggai, Jumat (27/3) pagi. [SANGALU/ HO- Bulog]

Beras Banggai Lari ke Manado

Kekosongan stok beras di Pasar Simpong ternyata sudah berlangsung sepekan terakhir. Itu diungkapkan salah satu pedagang yang enggan menyebutkan namanya. Pria berwajah oriental ini hanya mengatakan bahwa suplai beras tidak masuk lagi sejak pekan lalu.

Menurutnya, tidak adanya suplai beras dikarenakan sejumlah pengepul beras dari petani banyak diboyong ke Kota Manado, Sulawesi Utara.

Baca juga:  Simpan 16,5 Ton di Gudang, Kadis Ketapang Pastikan Stok Beras Aman

“Ini kalaupun masuk stoknya pasti harganya naik. Karena situasi begini, susah cari beras. Harganya bisa sampai lima ratus ribu per sak,” terangnya.

Pembelian oleh sejumlah spekulan asal Manado ternyata sangat mempengaruhi pasar beras di Kabupaten Banggai. Di satu sisi, kedatangan mereka membuat petani sedikit lega karena hasil panen mereka dibeli dengan harga yang mengembirakan. Tapi di sisi lain, warga bukan petani mengeluhkan harga jual jika mengikuti pasar pembeli asal Manado.

Situasi ini semakin parah ketika sejumlah warga yang panik atas wabah virus COVID-19 semakin menyebar di Sulawesi Tengah. Bahkan, beberala diantaranya mulai melakukan pembelian sembako dalam jumlah banyak. Alasannya, untuk persediaan jikalau nanti pemerintah menerapkan sistem lockdown. Sebab, saat itu sejumlah bahan pokok diyakini akan susah dicari. Sama seperti kita mencari masker standar dan handsanitizer saat ini.*

 

(van)