Simpan 16,5 Ton di Gudang, Kadis Ketapang Pastikan Stok Beras Aman

oleh -94 views
Ruddin K. Bullah, Kepala Dinas Ketahanan Pagngan Kabupaten Banggai. [SANGALU/ Ahtar]

SANGALU, Luwuk – Dampak penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) terasa hingga ke Kabupaten Banggai. Sejumlah kebutuhan bahan pokok mengalami lonjakan harga. Parahnya, beras sebagai salah satu bahan pokok juga langka di Pasar Simpong, kalaupun ada maka harganya cukup mahal.

Untuk mengantisipasi itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Kadis Ketapang) Kabupaten Banggai, Rudi Purwana K. Bullah menjelaskan pihaknya telah menyiapkan beberapa opsi. Salah satunya dengan menggelar operasi pasar murah ke sejumlah tempat yang akan di tentukan.

Dalam kegiatan itu, Dinas Ketapang akan bekerjasama dengan Perum Bulog Subdivre Luwuk untuk penyediaan bahan-bahan yang akan dijual ke masyarakat. Ia menyebutkan memang untuk kebutuhan sembako mengalami kenaikan harga sebagai dampak kelangkaan.

Rudi mencontohkan salah satu yang mengalami kenaikan yakni gula pasir. Kenaikan gula pasir juga dipengaruhi oleh belum adanya impor gula sehingga stok gula di gudang Perum Bulog Subdivre Luwuk kosong.

Baca juga:  Lagi, Pasar Simpong Terbakar

“Kalau untuk beras pemda banggai masih punya stok di gudang sebanyak 16,5 ton dan itu masih cukup untuk mengatasi kebutuhan masyarakat,” paparnya dalam rapat bersama Bupati Banggai Herwin Yatim beberapa waktu lalu seperti ditayangkan akun YouTube Ahtar Channel, sebagaimana dirilis Kasubag Humas Pemda Indra Kurniawan.

Baca juga:

Stok beras menipis di Pasar Simpong, saat ini penjual terpaksa mengeluarkan stok simpanannya. [SANGALU/ Baharuddin L Agi]
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan upaya penambahan stok sehingga ketika situasi mendesak nantinya kebutuhan akan sembako masyarakat bisa tersedia di pasar. Tak hanya itu, Rudi juga meminta kepada Bupati Banggai Herwin Yatim agar dapat mengeluarkan kebijakan terkait pengontrolan penjualan beras ke luar daerah.

Ia menjelaskan saat ini terjadi permintaan beras dalam jumlah banyak dari luar daerah dan itu bisa mengancam persediaan pangan Kabupaten Banggai jika tidak segera disikapi.

Baca juga:  Pastikan Bebas Narkoba, Kejaksaan Laksanakan Tes Urine

Diketahui, sebelumnya sejumlah warga mengeluhkan kelangkaan beras di Pasar Simpong. Namun, tak berselang lama setelah pemberitaan media ini, beras kembali tersedia. Hanya saja, kwalitas beras tak sebaik beras biasanya.

“Hasil komunikasi saya dengan teman penjual beras, kata mereka itu beras lama. Atau stok lama yang ada di gudang yang dijual. Kalau stok baru belum ada masuk di pasar,” kata Baharuddin, salah satu pedagang Pasar Simpong, kemarin (28/3).

Tak hanya itu, beberapa pengepul beras dari desa juga mulai menyesuaikan harga jual mereka. Tak tanggung-tanggung saat ini harga beras mencapai angka Rp500 – Rp700 ribu per karung. Sekarung biasanya berisi 50 kilogram beras.

Baca juga:  Tourgab Kemerdekaan, 547 Bikers Luwuk Road to Pulo Dua

“Saya cek ke pasar kemarin sore itu harganya sudah Rp560 ribu per sak. Itu beras biasa. Katanya kalau beras ‘cintanur’ sampe Rp700 ribu,” terang Kiki.

Melihat situasi pasar saat ini dengan adanya ancaman penyebaran virus Corona, pemerintah diharapkan mampu memberikan solusi. Sehingga kebutuhan masyarakat bisa tersedia dan di sisi lain mereka juga bisa menjalankan imbauan untuk tetap tinggal di rumah.*

 

(bay)