Perawatan WNA Perancis bak Pasien Corona di RSUD Luwuk

oleh -254 views
Petugas medis di Ruang Isolasi Khusus COVID-19 RSUD Luwuk saat melaksanakan perawatan WNA asal Perancis beberapa waktu lalu. [SANGALU/ Steven Pontoh]

SANGALU, Luwuk — Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Perancis berinisial CR (71) ternyata hanya mengalami gangguan pencernaan.

Meski demikian, turis perempuan itu dirawat secara itensif di ruang isolasi RSUD Luwuk. Bahkan, lima tenaga medis—tiga dokter, dua perawat yang menangani pasien mirip penanganan pasien yang terjangkit virus corona.

Seperti yang terlihat pada Sabtu pagi (29/2) pukul 07.00 wita. Tenaga medis dilengkapi menggunakan alat kelengkapan diri (AKD) seperti masker, kaos tangan, kaca mata dan pembungkus kepala medis, serta seragam khusus.

Sebelumnya, pasien dirawat di RSUD Ampana karena mengalami demam tinggi saat berlibut di Togan, Kabupaten Tojo Unauna, Sulawesi Tengah. Bahkan, suhu tubuhnya mencapai 37,7 derajat.
Karena dikhawatirkan terinveksi virus corona, pasien pun dirujuk ke RSUD Luwuk karena dianggap layak merawat pasien suspek corona.

Baca juga:  Ini Riwayat Perjalanan Empat Positif COVID-19 (baru) di Banggai

Baca juga:

Kepala Bidang Keperawatan RSUD Ampana Gerry menyatakan, pasien asal Perancis ini hanya mengalami diare saat tiba di Togean.
Gerry memastikan, pasien negatif corona, meskipun suhu badan saat diperiksa seblumnya mencapai 37,7 derajat.

“Kabar virus corona tidak benar. Itu hoaks. Saya saja yang antar pasien dari Ampana ke Luwuk tidak dilengkapi seragam apa-apa. Saya biasa saja. Pasien hanya mengalami diare,” kata Gerry.

Dia menambahkan, pasien bersama suaminya tiba di Indonesia pada 12 Februari 2020 lalu. Sebelumnya mereka berlibut ke Thailand, Malaysia lalu ke Indonesia melalui Makassar kemudian ke Togean Kepulauan.

Baca juga:  Jubir COVID-19 Nurmasita: Jumlah PDP Banggai 7 Orang di RSUD Luwuk
Pasien yang merupakan WNA asal Perancis usai melakukan uji laboratorium di RSUD Luwuk diantar petugas ke ruang isolasi, Minggu pagi (01/03). [SANGALU/ Steven Pontoh]

Berangsur Membaik
Kemarin, tim medis kembali memeriksa kondisi pasien dan hasilnya berangsur membaik.

Ketua tim medis dr. Andi Yanti kepada awak media menyatakan, kondisi pasien dalam keadaan membaik, dimana hasil pemeriksaan suhu badan dalam keadaan normal yaitu 36,8 derajat.
“Tidak mengalami sesak napas dan batuk, serta tidak diperoleh adanya tanda-tanda pneumonia,” kata dokter spesialis paru-paru tersebut.

Dari hasil pemeriksaan selama 2×24 jam, tidak ditemukan demam dan hasil photo rontgen ulangan menunjukkan hasil yang normal serta tidak ada gambaran pneumonia.
“Maka tim medis akan merekomendasikan kepada pasien untuk menjalani perawatan isolasi di rumah selama 28 hari,” kata Andi.

Baca juga:  Dorr.. Kaki Dua Pencuri Motor Tembus Peluru

Rekomendasi itu berdasarkan revisi Kemenkes RI tentang pemantaun terhadap pasien yang terduga suspek corona, bahwa masa pemantauan dan isolasi diri (di rumah) selama 28 hari.

Rencananya, pasien asal Perancis itu keluar dari RSUD Luwuk hari ini (2/3) dan menjalani isolasi diri. Meski begitu, hingga saat ini belum diketahui pasien bersama suaminya itu akan mengisolasi diri di mana.*

(nw)