Pemda Bangkep Perketat Pengawasan Orang di Setiap Pelabuhan Rakyat

oleh -95 views
Pemeriksaan suhu tubuh dan penyemprotan desinfektan oleh tim gugus tugas penanggulangan dan pencegahan COVID-19 Kecamatan Buko di Pelabuhan Leme-leme Bungin, Sabtu (28/3). [SANGALU/ La Omy]

SANGALU, Bangkep – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terus meningkatkan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di daerahnya. Meski belum terdapat satu kasus pun di daerah itu, namun pemeriksaan di gerbang masuk setiap pelabuhan dilakukan sesuai prosedur pemeriksaan nasional.

Bahkan pemeriksaan juga dilakukan hingga ke wilayah kecamatan seperti di Kecamatan Buko, Sabtu (28/3).

Untuk mengantisipasi penyebaran wabah COVID-19, Pemerintah Kecamatan Buko bersama tim medis Puskesmas Tataba, didampingi personil Kepolisian Sektor Buko, Koramil 13 Buko Kodim 1308-LB, Dinas Perhubungan, Sahbandar, serta Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Buko melaksanakan pemeriksaan dan penyemprotan desinfektan kepada penumpang yang baru saja turun dari atas kapal.

Kegiatan itu sudah berlangsung sejak sembilan hari yang lalu. Pemeriksaan suhu tubuh hingga penyemprotan desinfektan terus dilakukan petugas di Pelabuhan Rakyat Leme-leme Bungin untuk mencegah penyebaran pandemi ini.

Baca juga:  Tiga ABG di Luwuk Terlibat Prostitusi Online

Selaku ketua Tim, dr Nurul menjelaskan bahwa sudah menjadi kewajiban setiap penumpang yang turun diperiksa kesehatannya meliputi suhu tubuh dan pendataan terhadap riwayat perjalanannya. Bahkan, untuk melaksanakan tugas mereka telah membuat posko darurat di areal Pelabuhan Leme-leme Bungin.

Baca juga:

Terdapat dua posko yang disediakan untuk pemeriksaan penumpang. Posko pertama dikhususkan bagi para penumpang yang hanya berasal dari wilayah Kabupaten Banggai, sementara posko kedua bagi mereka yang datang dari wilayah Makassar, Palu, Gorontalo, Irian Jaya atau kota lainnya.

“Ya pemeriksaannya sesuai protap seperti yang kita lihat pada penumpang kapal Soby tadi,” kata dr Nurul.

dr Nurul menjelaskan kegiatan seperti ini sudah menjadi instruksi nasional yang wajib dijalankan pemerintah dalam hal mengantisipasi penyebaran pandemi COVID-19 di Indonesia. Meski terbilang masih berada di zona hijau, karena belum terdapat warga yang positif terpapar virus mematikan itu, namun pemerintah tetap melakukan langkah antisipasi.

Baca juga:  Amir-Furqan Temui Pengurus DPD NasDem Banggai

Untuk itu, dr Nurul meminta kepada seluruh masyarakat dan penumpang kapal yang tiba di Pelabuhan Leme-leme Bungin, Kecamatan Buko agar dapat mengikuti imbauan pemerintah terkait langkah pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19.

Petugas melakukan pendataan riwayat perjalanan dan keluhan kesehatan setiap penumpan kapal yang turun di Pelabuhan Leme-leme Bungin, Kecamatan Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/3). [SANGALU/ La Omy]

Batasi Akses Masuk Pelabuhan

Diketahui, selain di Kecamatan Buko, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan juga menerapkan pemeriksaan dan penyemprotan desinfektan di seluruh pelabuhan yang menjadi gerbang masuk orang ke wilayah itu. Sebelumnya, penyemprotan dan pemeriksaan juga dilakukan di Pelabuhan ASDP, Salakan.

Bahkan, untuk dapat memaksimalkan pemeriksaan dan pencegahan yang dilakukan oleh tim gugus tugas, pemda menyurat ke sejumlah perusahaan pelayaran dan pihak Syahbandar untuk mengubah jadwal pelayaran kapal ke wilayah mereka.

Baca juga:  Pilkada Banggai, Gerindra Resmi Berlabuh ke Hatimu

Kapal yang sebelumnya masuk di malam hari, semua disesuaikan agar dapat masuk paling lambat pukul 20.00 Wita.

“Biasanya kan kapal dari sini itu berangkat pada pukul 21.00 tapi karena permintaan pemda Bangkep, maka kita ubah agar berangkat sore sekitar pukul 16.00 sehingga tiba di Bangkep sekira pukul 20.00 Wita,” terang Ilyas Djafar, salah satu petugas Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Luwuk.

Ilyas menjelaskan dengan keberangkatan dan waktu tiba yang belum terlalu larut malam di Bangkep, petugas masih memiliki waktu untuk melakukan pemeriksaan dan istirahat. Sebab, mereka harus menyesuaikan jadwal kerja sebagai abdi negara.

Atas pertimbangan itulah sehingga pihak syahbandar melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah perusahaan pelayaran hingga kemudian menetapkan perubahan jadwal keberangkatan kapal lebih cepat dari jadwal biasanya.*

 

(Omy)