Pemda Banggai Putuskan Tutup Akses Masuk Jalur Darat dan Laut

oleh -6.266 views
Bupati Banggai Herwin Yatim memimpin rapat terbatas penanggulangan dan pencegahan penyebaran wabah COVID-19 di Kabupaten Banggai, Jumat (27/3/2020). [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Luwuk – Pemerintah Kabupaten Banggai mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) pasca ditetapkan satu pasien di Kota Palu, positif terinfeksi , Jumat (27/3). Sebanyak sepuluh poin antisipasi dikeluarkan pemerintah, salah satunya penutupan akses masuk, baik darat maupun laut.

Keputusan itu sendiri diambil Bupati Banggai Herwin Yatim atas hasil rapat bersama sejumlah unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta sejumlah pimpinan instansi vertikal yang ada di Kabupaten Banggai.

Poin-poin keputusan tersebut antara lain; membuat pos jaga atau posko gugus tugas terpadu di perbatasan wilayah Kabupaten Banggai yakni di Kecamatan Nuhon dan Toili Barat. Tak hanya itu, posko juga diharapkan dapat dibuat di sejumlah pelabuhan yang ada, termasuk Pelabuhan Pagimana.

Baca juga:  Kabar Baik! Hasil Swap Kedua Pasien Dalam Pengawasan Dinyatakan Negatif COVID-19

Membentuk gugus tugas penjagaan daerah perbatasan yang meliputi unsur pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri, tim kesehatan dan relawan yang dikoordinir oleh camat atas persetujuan kapolsek serta danramil setempat.

Menutup jalur masuk darat di perbatasan Ampana dan Morowali Utara setiap pukul 21.00 sampai dengan pukul 06.00 Wita, serta melakukan pemeriksaan suhu tubuh melalui thermogun, mendata riwayat perjalanan dan melakukan penyemprotan desinfektan bagi seluruh kendaraan dan penumpang yang akan menuju wilayah Kabupaten Banggai.

Kemudian, menutup jalur masuk dan keluar melalui laut yakni pada pelabuhan yang ada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Banggai seperti, Pelabuhan Rotan dan pelabuhan lainnya yang menghubungkan antar kecamatan. Namun, untuk Pelabuhan Luwuk, Pelabuhan Tangkian dan Pelabuhan Pagimana masih akan dikoordinasikan karena merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Pusat.

Baca juga:  Amir Tamoreka: Yang Jadi Bupati Sudah Ditentukan Allah SWT

Baca juga:

Sejumlah kapal penumpang tujuan Kabupaten Banggai Kepulauan dan Banggai Laut saat berlabuh di Pelabuhan Rakyat beberapa waktu lalu. [SANGALU/ Steven Pontoh]
Menyediakan alat penyemprotan dan bahan desinfektan serta thermogun di setiap posko gugus tugas terpadu yang ada di wilayah perbatasan. Langkah lainnya yakni; memajukan jadwal keberangkatan kapal laut yang akan menuju Kabupaten Banggai Kepulauan dan Banggai Laut dari malam hari ke sore.

Pemerintah juga mengimbau kepada seluruh puskesmas untuk proaktif, mensupport seluruh program pemerintah terkait pencegahan dan penanggulangan COVID-19. Mengimbau seluruh unsur TNI dan Polri untuk bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan dan pihak terkait dalam rangka pengetatan pengawasan jalur masuk dan keluar melalui darat.

Baca juga:  Pemda Tidak Pernah Berhutang ke PLN, Herwin: Ada Provokator

Memerintahkan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Pertanian (TPHP) untuk segera membagikan bibit tanaman produktif ke instansi pemerintah yang memiliki lahan luas untuk ditanami. Pembagian bibit ini diharapkan juga bisa terdistribusi hingga ke kecamatan dan desa di Kabupaten Banggai.

Terakhir, diinstruksikan kepada Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) untuk segera membuat gudang pangan serta satuan gugus tugas COVID-19 dalam rangka mengantisipasi gejolak harga di waktu mendatang.

Selain itu, Bupati Banggai Herwin Yatim juga meminta seluruh elemen masyarakat untuk dapat saling membantu dalam upaya penanggulangan dan pencegahan wabah pandemi COVID-19 di Kabupaten Banggai.*

 

(rdk)