Pemda Banggai Bayar Tunggakan Listrik PLN Rp1,3 Miliar

oleh -504 views
Keindahan warna warni lampu di Taman Sehati, sekitar Tugu Adipura saat malam hari. [SANGALU/ MTB]

SANGALU, Luwuk – Sengkarut informasi tentang adanya tunggakan pembayaran tagihan listrik selama 3 bulan oleh Pemda Banggai yang konon angkanya mencapai Rp1,5 miliar rupanya masih berlanjut. Informasi terkini, Pemda Banggai melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset, sudah bersedia membayar tunggakan itu, Rabu (4/3) kemarin.

Menariknya, menurut informasi yang dihimpun di lingkungan PLN, tunggakan sebesar miliaran rupiah itu hanya untuk membiayai keperluan penerangan lampu-lampu taman. Menurut informasi yang sama, jika ditambah dengan tunggakan lainnya, jumlahnya lebih besar lagi.

Kepala BPKAD Banggai, Marsidin Ribangka mengakui bahwa pihaknya telah menyelesaikan tagihan listrik yang menjadi tanggungjawab Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Banggai. Jumlahnya sebesar Rp1,3 miliar.

Baca juga:  Bupati: Investasi untuk Rakyat, Jangan Ditolak!

“Iya, kemarin memang kita ada cairkan anggaran Disperkimtan sebesar Rp1,3 miliar. Itu sesuai permintaan yang diajukan OPD untuk pembayaran lampu jalan,” terang Marsidin, Kamis (5/3).

Marsidin menjelaskan sejatinya tidak ada hutang Pemda Banggai ke PLN Luwuk. Sebab, semua penggunaan listrik sudah dianggarkan dalam Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Jadi sebenarnya tidak ada hutang. Sebab ini hanya persoalan administrasi. Uangnya ada. Hanya OPD mungkin belum mengajukan pencairan karena kelengkapan administrasinya kurang,” paparnya.

Baca juga:  Apel Bersama, Herwin: Saya ingin Kabupaten Banggai Bergerak Maju

Baca juga:

Ia menambahkan bahwa pembayaran listrik tak akan menunggak jika masing-masing OPD segera melengkapi persyaratan administrasi untuk pencairan anggaran sesuai DPA. Sebab, uangnya telah disiapkan oleh pemerintah dan tinggal dicairkan sesuai mekanisme.

Marsidin menerangkan bahwa semua tagihan PLN ke pemda sebenarnya hanya persoalan administrasi, karena uangnya sudah dimasukkan dalam DPA OPD penanggungjawab.

Hanya saja, soal pencairan anggaran yang belum diajukan ke BPKAD oleh masing-masing OPD, sehingga pembayaran agak terlambat. Kemungkinan, ada kelengkapan berkas yang belum bisa dipenuhi.

Baca juga:  Suhu Tubuh WNA Perancis Pasien RSUD Luwuk turun 36° Celcius

“Jadi bukan pemda tidak ada uang tapi hanya persoalan administrasi saja. Kalau tagihan listrik masing-masing OPD itu tanggungjawab kepala OPD karena uangnya ada dalam DPA OPD,” jelasnya.

Jumlah tagihan listrik Pemda Banggai yang diduga menunggak selama tiga bulan terakhir diperkirakan melebihi Rp1,5 miliar. Sebab, jumlah itu baru sebatas tagihan untuk lampu taman. Belum termasuk tunggakan rumah dinas dan perkantoran.*

 

(van)