Mayat Pria Lansia Ditemukan Membusuk di Lamo

oleh -163 views
Warga dan aparat Kepolisian saat melakukan evakuasi jenazah di areal perkebunan korban. [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Batui – Penemuan mayat kembali terjadi di wilayah kabupaten Banggai. Sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat, mayat seorang pria lanjut usia berumur 78 tahun, bernama Nengkonggoa, warga lingkungan 3 Kelurahan Lamo, Batui, ditemukan pada Sabtu (14/3) pagi pukul 08.00 wita, di sebuah pondok perkebunan di wilayah tersebut.

Dalam rilis penemuan mayat yang dikeluarkan Humas Polres Banggai, senin (16/3) kemarin, berdasarkan keterangan Kapolsek Batui Iptu IK Yoga Widata dikatakan bahwa pihaknya pertama kali menerima laporan kasus ini dari Lurah Lamo, Muh Ikaf S.Sos.

“Pukul 08.00 wita sabtu pekan kemarin. Lurah Lamo sampaikan bahwa telah ditemukan mayat di perkebunan area kelurahan Lamo,” sebut Kapolsek.

Baca juga:  Langgar Prokes Covid 19, Tim Satgas Ops Yustisi Tegur 50 Pengendara

Menerima laporan tersebebut, 10 menit kemudian atas perintah Kapolsek, Wakapolsek Batui bersama sejumlah personel segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.

“Setelah informasi ini dibenarkan, kami kemudian menghubungi Puskesmas Batui untuk ikut segera melakukan pemeriksaan atau visum, dan mengevakuasi mayat,” tambah Kapolsek.

“Mayat dalam keadaan telentang berada di atas kasur, memakai baju berwarna putih, bau busuk, badan dalam keadaan membengkak dan telah dihinggapi belatung,” terang Iptu IK Yoga.

Dari hasil penelusuran di lokasi kejadian, lanjut Kapolsek Batui, didapatkan keterangan dari pihak keluarga korban bahwa mayat pertama kali ditemukan seorang warga bernama Mut (60), yang juga warga setempat.

“Saksi ini merupakan teman korban. Karena lama tak melihat korban, saksi ke rumahnya. Namun korban tak ada di tempat. Saksi kemudian pergi ke kebun korban, dan menemukan korban telah menjadi mayat di dalam pondoknya,” kata Kapolsek Batui lagi.

Baca juga:  Duda Ditemukan Tewas Usai Minum 3 Butir Telur Ayam

Pihak keluarga, bernama Emping, juga menjelaskan ke polisi bahwa korban selama ini memang menderita penyakit maag dan asam urat. Bahkan minggu sebelumnya, korban pernah mendatangi keluarganya itu, meminta obat paracetamol karena dirinya kembali merasa sakit.

“Korban diperkirakan meninggal sejak 3 hari sebelum ditemukan. Taka da tanda kekerasan, dan pihak keluarga menyatakan tidak keberatan atas meninggalnya korban serta bersedia membuat surat pernyataan,” tandas Kapolsek Batui. *

(jay)