Lestarikan Budaya, Bonua Project Rilis Festival Padang Laya

oleh -151 views
RILIS FESTIVAL: Wakil Bupati Tuty Hamid memukul gong pertanda dirilisnya logo Festival Padang Laya, Rabu (11/3). Festival ini dilaksanakan komunitas Bonua Project yang puncaknya digelar 29 Maret 2020. [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Banggai Laut – Upaya pelestarian budaya Banggai tidak hanya menjadi tugas pemangku kepentingan di kalangan birokrasi. Namun, masyarakat sipil kini bersama-sama melestarikan jejak peninggalan sejarah.

Karena itu, Festival Padang Laya digagas untuk mendorong pelestarian budaya. Kegiatan itu juga dikemas bersamaan dengan upaya penerapan kesetaraan gender dan literasi. Perayaan ini, pertama kali dilaksanakan oleh komunitas Bonua Project.

Kelahiran Bonua Project didasari kesadaran sejumlah pemuda terhadap kondisi sosial serta kebijakan-kebijakan publik. Komunitas yang beranggotakan 15 orang ini memiliki keinginan yang sama menjadikan komunitas sebagai ruang alternatif.

Baca juga:  PDAM Dapat Kucuran Rp8,3 M untuk Pembangunan Jaringan Air Bersih

Hadir dari keresahan dan kesadaran tentang kebutuhan ruang-ruang diskusi, ruang literasi, dan kontrol sosial, Bonua Project menawarkan kritik dengan cara yang lebih menyenangkan.

“Fokus utama Bonua Project adalah isu lingkungan, budaya, kesetaraan gender, antikekerasan, pendidikan alternatif, dan literasi,” tutur Ketua Komunitas Bonua Project, Siti Mudrika saat rilis logo festival di Desa Lambako, Kecamatan Banggai, Rabu (11/3).

Baca juga:

Baca juga:  Terbentur Usia, Dandhy Kandas Sebelum Bertarung di Pilkada Balut

Festival Padang Laya akan dilaksanakan 29 Maret 2020. Beberapa pekan terkahir, sejumlah kelas telah dilaksanakan ke sejumlah sekolah dan masyarakat Desa Lambako, atas kerja sama dengan Komunitas Teras, KPA Matara, dan Pecita.

Wakil Bupati Tuty Hamid mengapresiasi Festival Padang. Ia melihat Bonua Project telah berupaya maksimal demi suksesnya perayaan yang mendorong pelestarian budaya hingga literasi.

“Pemerintah Daerah Banggai Laut akan terus mendorong pertumbuhan dan pelestarian budaya lokal beserta kearifannya sebagai bagian dari implementasi Undang–Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” tuturnya.*

Baca juga:  Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Basarnas Palu Tes Urine 59 Personil

 

(ali)