Lapangan Futsal Tandalo Hils Diduga Salah Sasaran

oleh -268 views

SANGALU, Luwuk – Pembangunan lapangan futsal yang dilaksanakan dengan dana APBD Banggai di wilayah Sekolah Alam Tandalo Hils milik yayasan Labolo Education Centre diduga salah sasaran.

Sekretaris LSM Gabungan Aktivis Manthailobo (GAM) Muh Akli Suong mengungkapkan bahwa berdasarkan penelusuran mereka ke Desa Molino, terungkap bahwa lapangan futsal yang dibangun dari DPA Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banggai sejatinya akan dibangun di Desa Molino.

“Pengakuan masyarakat dan pemerintah desa bahwa lapangan futsal sudah dilakukan pengukuran. Lokasinya di belakang Balai Desa. Tapi ternyata pembangunannya tidak ada,” terangnya, Minggu (8/3/2020).

Baca juga:

Baca juga:  Selama Pandemi COVID-19 Mewabah, Dinkes Catat 6.869 ODR Masuk Banggai

Lapangan futsal di wilayah Tandalo Hils, Kecamatan Luwuk Timur, yang diduga salah sasaran.[SANGALU/ Ist]
Akli menuturkan dugaan salah sasaran itu makin kuat kala lokasi pembangunan lapangan futsal jauh ke puncak gunung. Jaraknya sekira 3 kilometer dari desa setempat. Oleh karena itu, menurutnya pembangunan lapangan futsal tersebut tidak sesuai peruntukkan.

“Kan aneh lapangan kok dibangun di tengah hutan. Siapa yang mau gunakan lapangan tersebut? Asas manfaatnya tidak ada,” tekan Akli.

Terkait dugaan salah sasaran atas pembangunan lapangan futsal tersebut menurut Akli, sudah seharusnya ditindaklanjuti aparat penegak hukum. Pasalnya, selain lokasinya yang jauh dari pemukiman masyarakat, juga penempatannya di jalur aliran air.

“Itu kalau hujan terus bisa-bisa rusak karena tertimbun longsoran tanah dari aliran air. Lihat saja sebagian sudah tertimbun,” ungkapnya.

Baca juga:  Listrik Sering Padam, Emak-emak Galau Curhat ke Amirudin Tamoreka

Sebagian lapangan futsal mulai tertimbun tanah longsoran. [SANGALU/ Ist]
Untuk itu, Akli menyarankan agar penegak hukum bisa segera turun menindaklanjuti dugaan pembangunan lapangan futsal yang tidak tepat sasaran. Sebab, pembangunan lapangan futsal tersebut sangat merugikan masyarakat tidak sesuai usulan masyarakat setempat pada momentum Musrenbang.

Lapangan futsal tersebut, kata Akli, merupakan usulan masyarakat yang diteruskan pada Musrenbang kecamatan agar dialokasikan ke APBD.

“Sekarang kalau penegak hukum meragukan keterangan saya, bisa dicek langsung ke lokasi. Kemudian lihat DPA-nya, sesuaikah pekerjaan itu dengan perencanaan awal?” tandas Akli.

“Kami dari GAM menduga pemindahan pekerjaan itu bukan dilakukan sendiri oleh dinas terkait. Tapi ada intervensi pimpinan daerah,” sambung pemuda yang dibesarkan di Desa Boitan ini.

Baca juga:  HUT Korem 132 TDL, Ketua Persit KCK Cabang XXII Kodim 1308 LB Serahkan Hadiah Lomba

Tanah longsoran mulai menutupi sebagian lapangan futsal di wilayah Tandalo Hils. [SANGALU/ Ist]
Akli menyatakan bahwa ada yang tidak beres ketika temuan mereka atas dugaan salah sasaran pembangunan lapangan futsal itu tidak dilirik aparat penegak hukum.

Sebab, keluhan itu muncul dari masyarakat yang ditemui LSM GAM saat turun lapangan ke wilayah Tandalo Hils dan desa setempat.

“Kami juga meminta pihak DPRD untuk turun lokasi melihat keluhan ini. Sebab salah satu fungsi DPRD adalah mengawasi jalannya pembangunan daerah,” terangnya.

Sayangnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banggai, Sofyan Lalusu saat coba dikonfirmasi terkait hal itu tidak terhubung.*

 

(van)