Kondisi Jalan ‘Kepala Burung’, Semakin buat Kepala Menggeleng

oleh -57 views
Kondisi jalan yang mengalami kerusakan parah di Kecamatan Balantak Utara

SANGALU, Luwuk – Kondisi jalan penghubung antara kecamatan di wilayah ‘kepala burung’, khususnya di wilayah Balantak Utara, menjadi perbincangan menghangat belakangan ini. Rusak parah dengan kondisi yang ekstrem, kemudian dianggap lebih pantas disebut sebagai lintasan balapan alam offroad, ketimbang jalan bagi masyarakat.

Bukan tanpa alasan, kondisi hujan belakangan ini semakin memperparah jalan yang sudah ‘berabad-abad’ itu dikeluhkan rusak. Para pengendara yang melintas, harus ekstra hati-hati, ketika melewati beberapa titik jalan penghubung ini. Resikonya, kendaraan dapat terjun bebas ke jurang dengan kedalaman mematikan.

Roli, salah satu warga setempat yang sempat dihubungi Banggai Post, mengatakan bahwa kondisi jalan itu memang semakin parah. Namun anehnya, terkesan semua pihak menutup mata. Seolah-olah wilayah ‘kepala burung’ (khusus untuk jalan), memang sengaja dibiarkan.

Baca juga:  Anwar Hafid Minta Menkes Terapkan Usulan Kebijakan Tarif BPJS

“Mungkin nantinya banyak yang mati, baru ada yang mau peduli. Kalau soal yang celaka, sudah lebih dari banyak di sini,” sebutnya, Rabu (11/3).

Keluhan warga seperti yang diungkapkan Roli, sebenarnya juga sudah seperti radio rusak. Bahkan jauh sebelum Irfan Bungadjim, ketua Karang Taruna Kabupaten Banggai saat ini, dilantik menjadi ketua KNPI Banggai.

Oleh mereka yang berwenang, keluhan ini sama sumbangnya ditanggapi. Saling lempar tanggung jawab dengan alasan status jalan, hingga janji-janji manis agar bisa dilihat sebagai pahlawan.

Baca juga:  Dua Positif Covid-19 asal Bangkep Meninggal Dunia

Terakhir, beberapa hari lalu Camat beserta sejumlah tokoh masyarakat akhirnya merayap ke kota Palu dan mengadu ke DPRD Sulteng. Meminta pertolongan, agar jalan mereka bisa dilalui layaknya jalan bagi masyarakat. Bukan sebagai lintasan balap alam.*

(jay)