KNPI Banggai Desak Dinkes Lakukan Sosialisasi dan Publikasi Corona

oleh -219 views

SANGALU, Luwuk – Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Banggai (KNPI Banggai) memdesak pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan untuk segera melakukan sosialisasi dan publikasi masif terhadap perkembangan wabah virus Corona atau Covid-19.

Ketua KNPI Banggai, Muh Didik Djibran mengatakan, virus corona sudah ditetapkan World Health Organisation (WHO) dengan status darurat global. Bahkan saat ini salah satu pejabat teras Pemerintah Pusat yakni Menteri Perhubungan sudah dinyatakan positif Corona.

“Untuk itu, kami mendesak Dinkes segera melibatkan seluruh elemen pemerintahan sampai level lingkungan dalam mensosialisasikan cara-cara dan upaya menghindari wabah virus Corona,” ungkapnya, Sabtu (14/3/2020) usai menghadiri kegiatan Diskusi Publik di Cafe Coffee Jie.

Baca juga:  Hama Ulat Serang Pertanian Jagung di Bualemo

Baca juga:

Melihat pemberitaan atas perkembangan virus Corona yang telah ditetapkan sebagai pandemi ini, Didik berharap semua pihak bisa bergerak dengan sigap. Ia juga mengimbau kepada seluruh jajaran KNPI dan OKP se Kabupaten Banggai untuk turut aktif dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona.

“Kita harus mendukung upaya pemerintah untuk melakukan isolasi wilayah atau lockdown dalam rangka langkah afirmasi menghambat penjalaran virus corona,” katanya.

Baca juga:  Gaul Bareng Jurnalis, Kapolres Banggai : Kalian Pengontrol Sosial

Perkembangan penyebaran virus Corona telah sampai di Kota Manado. Sejumlah daerah mulai melakukan pelarangan untuk berkunjung ke daerah terdapat pasien positif Covid 19. Untuk itu, Didik berharap pemerintah daerah Kabupaten Banggai juga bisa melakukan upaya yang sama.

“Selain itu, pemerintah juga harus bisa memastikan fasilitas kesehatan kita layak untuk penanganan pasien Covid 19. Ingat, salah satu RS layak menangani pasien Corona adalah RS Luwuk. Jadi jangan disepelekan,” tegas Didik.

Ia menjelaskan penetapan RS Luwuk menjadi salah satu dari empat rumah sakit rujukan penanganan pasien positif Covid 19 layaknya pedang bermata dua.

Pasalnya, di satu sisi kita bangga sebab rumah sakit kita diberi kepercayaan oleh pemerintah pusat, tapi di sisi lain penanganan pasien positif Corona yang keliru dapat menyebabkan penyebaran virus mematikan itu.

Baca juga:  Rapid Test, Satu OTG dan Dua ODR Reaktif di Banggai

“Iya, ini harus juga diwaspadai karena kalau ada yang positif dari wilayah Ampana, Bangkep dan Balut bahkan mungkin Taliabu akan dirujuk ke RS Luwuk. Kalau fasilitas kita tidak memadai maka ini akan menjadi masalah,” tuturnya.

Oleh karena itu, Ia berharap Dinas Kesehatan dapat sesegera mungkin melakukan upaya pencegahan dan sosialisasi serta publikasi atas kesiapan RS Luwuk dalam penanggulangan pasien positif Corona.*

(van)