Kesal Dibandingkan dengan Pria Lain jadi Alasan Pelaku Bunuh Istri di Sigi

oleh -295 views
Ilustrasi [Sumber: Google]

SANGALU, Sigi – Dalam suatu hubungan keluarga perbedaan pendapat antara suami istri kerap jadi bumbu perjalanan bahtera rumah tangga. Tak dipungkiri kebiasaan pasangan membandingan pasangannya dengan pria atau wanita lain pun biasa terjadi. Seperti pengakuan tersangka pembunuhan istri dan anak di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Bermula dari penemuan dua mayat yang nyaris membusuk di salah satu rumah kontrakan di Desa Tinggede, Kabupaten Sigi. Polisi kemudian memburu pelaku dengan sejumlah bukti dan analisa lapangan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Jumat (6/3/2020).

Dalam perkembangan penyelidikan itu, kuat dugaan pelaku adalah orang dekat yang tidak lain adalah suami korban. Polisi langsung melakukan koordinasi dengan keluarga dan sejumlah saksi yang kemudian menyebarkan informasi pencarian terhadap pelaku.

Baca juga:  Usai Nonton Bola, Pria Toiba Tewas dengan Tiga Luka Tusuk

Menyadari itu, pihak keluarga pun langsung bergerak melakukan pencarian terhadap terduga pelaku yang diketahui bernama Akhirudin alias Ayi. Pria yang merupakan suami kedua dari korban bernama Zaenab (44) itu akhirnya ditemukan di wilayah Desa Loli Dondo, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (7/3/2020) sekira pukul 03.00 Wita.

Baca juga:

Akhirudin alias Ayi hanya bisa tertunduk menyesal saat digelandang polisi ke Polres Sigi untuk menjalani proses hukum, Sabtu (7/3). [SANGALU/ Humas Polres Sigi]
Kepada keluarga, Ayi mengakui perbuatan penganiayaan yang menyebabkan istri dan anaknya, Mutifa (10) tewas di rumah kontrakan. Pihak keluarga langsung menyarankan agar Ayi menyerahkan diri dan bertanggung jawab di hadapan hukum atas perbuatannya.

Baca juga:  Gara-gara Hati, HY Tega Bunuh Mertua dengan Racun Ikan

Ayi didampingi keluarganya pun langsung menuju Polres Donggala, kemudian menyerahkan diri. Kepada polisi, Ia mengaku sebagai pelaku penganiayaan yang menusukkan pisau ke tubuh istrinya dan memukul kedua korban dengan tangan kosong hingga menyebabkan keduanya meninggal dunia.

Ayi kemudian dijemput oleh Kasat Reskrim Polres Sigi bersama tim di Polres Donggala. Berdasarkan rilis humas Polres Sigi, hasil interogasi penyidik menyebutkan Ayi mengaku melakukan penusukan dengan pisau dapur ke tubuh korban, karena istrinya kerap membandingkan Ia dengan mantan suami. Kejadian itu pada tanggal 3 Maret 2020 sekira pukul 13.00 Wita.

Baca juga:  1.013 Orang Masuk Banggai dari Zona Merah, 25 Mengaku Pernah Kontak dengan ODP/PDP

Meski mengakui menyesali perbuatannya, Ayi tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatan penganiayaan yang dilakukannya hingga menyebabkan dua nyawa melayang. Kini Ayi mendekam di sel tahanan Satreskrim Polres Sigi untuk menjalani proses hukum atas perbuatannya itu.*

 

(van)