Kapolres Banggai Perintahkan Anggota Tangkap Penimbun Masker

oleh -219 views

SANGALU, Luwuk – Belakangan ini dikabarkan masker semakin langka dan mahal di kota Luwuk, sejak wabah virus corona menyebar. Kelangkaan ini disebut semakin parah setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan dua warga negara Indonesia positif terjangkit virus yang juga disebut dengan Covid-19.

Kapolres Banggai, AKBP Budi Priyanto

Menanggapi isu langka dan mahalnya masker di kota Luwuk, secara umum di kabupaten Banggai, Polres Banggai melalui Kapolres AKBP Budi Priyanto, mengatakan bahwa pihaknya telah turun melakukan penyelidikan. Dan hasil sementara, dipastikan kondisi masih normal.

“Kita sudah mengecek beberapa apotik. Dan masih stabil,” sebut Budi Priyanto, Selasa (3/3).

Baca juga:  Kabupaten Banggai Dilibatkan Kegiatan KPK dan Kemendagri RI

Baca juga:

Tak ditampik Kapolres Banggai, bahwa belakangan ini permintaan masker memang cukup banyak. Pasca terpaparnya dua WNI virus Corona. Tapi untuk harga masker di kota Luwuk, yang sebelumnya diinformasikan melambung tinggi, juga masih dalam batas normal.

“Kami masih akan terus melidik hal ini. Kami menghimbau, agar tak ada pihak yang coba memanfaatkan keadaan. Dengan menimbun masker ataupun menjual dengan harga tinggi,” tegas Kapolres Banggai.

Baca juga:  Kedapatan Bawa Sabu, Pemuda Asal Kintom Diamankan Polisi

Untuk masyarakat, AKBP Budi Priyanto juga mengharapkan agar tak terjadi keresahan berlebihan. Sehingga tak menimbulkan kepanikan.

Diketahui pula, berdasar keterangan Mabes Polri, dikatakan pelaku penimbunan masker dapat dijerat dengan Pasal 29 ayat (1) juncto Pasal 107 Undang-undang Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan. Ancaman hukuman hukumannya 5 tahun penjara, dan denda maksimal Rp 50 miliar.

Ilustrasi

Dimana dalam Pasal 29 ayat (1) berbunyi: “Pelaku Usaha dilarang menyimpan Barang kebutuhan pokok dan/atau Barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, dan/atau hambatan lalu lintas Perdagangan Barang.”

Baca juga:  Bentuk Sinergitas TNI-Polri, Benahi Rumah Korban Banjir di Balantak

Pasal 107, “Pelaku Usaha yang menyimpan barang kebutuhan pokok dan/atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, dan/atau hambatan lalu lintas perdagangan barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 50.000.000.000.” *

(jay)