Jalan Balantak Rusak Parah, Dinas PU Diminta Tak Tidur

oleh -83 views
Ketua Karang Taruna Kabupaten Banggai, Irfan Bungaadjim

SANGALU, Luwuk – Kondisi rusak parah seminggu terakhir ini, jalan penghubung kecamatan di wilayah Balantak Utara, memantik reaksi ketua Karang Taruna kabupaten Banggai, Irfan Bungadjim, yang juga tokoh pemuda setempat, angkat bicara.

Dengan tegas, mantan ketua KNPI Banggai itu meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kabupaten Banggai, bergerak cepat untuk memperbaiki jalan tersebut.

“Karena ini bukan lagi soal siapa yang punya tanggung jawab. Tapi sudah soal kemanusiaan. Kami meminta PUPR Banggai untuk tidak tidur melihat situasi ini,” tegas Irfan Bungadjim (IB), Kamis (12/3) kemarin.

Baca juga:

Baca juga:  Cuti Bupati dan Wakil Bupati Banggai Ditangguhkan

Irfan mengatakan, meskipun ruas jalan tersebut adalah tanggung jawab pemerintah provinsi, tapi solusi jangka pendek harus bisa diambil pemerintah daerah, untuk keselamatan warga. Dengan cara seperti Dinas PUPR segera menurunkan alat beratnya, untuk memperbaiki ruas jalan itu.

“Sudah seminggu ini kondisinya jalan di beberapa titik di Balantak Utara memang sangat memprihatinkan. Namun belum ada satupun upaya yang diberikan. Belum ada alat berat yang diturunkan,” kata Irfan.

Lebih jauh, Irfan juga menerangkan bahwa permasalahan jalan penghubung di ‘kepala burung’, memang telah lama menjadi persoalan. Menjadi kewenangan pemerintah Provinsi, masyarakat di wilayah itu harus terus menelan pil pahit.

“Saya saja sudah lebih lima kali tajungkir dari motor, gara-gara melewati jalan tersebut. Dan secara pribadi, saya juga kecewa dengan kondisi ini. Cuma mau diapa, kewenangan itu ada di Provinsi,” pungkasnya.

Baca juga:  Mundur dari PMI, Pencairan Dana Hibah Masih Dilakukan

Sejumlah permintaan warga, termasuk dirinya secara langsung, agar jalan ini segera mendapat perhatian, dikatakan Irfan juga sudah sejak lama dilakukan. Melalui anggota-anggota DPRD tingkat Provinsi, atau ke petinggi pemerintah Provinsi. Bahkan pernah langsung disampaikan ke Gubernur. Namun hasilnya hingga saat ini masih tetap nihil.

“Waktu festival Pulo Dua dulu, saya sampaikan ke Gubernur dan anggota DPRD. Tapi tak ada tanggapan. Ini sangat kami sayangkan. Saya yakin mereka juga tahu kalau jalan di sana rusak parah. Tapi yah, itulah. Janji-janji,” kata Irfan lagi.

Baca juga:  Banggai 2 ODP, Nasional 405 Positif, 20 Sembuh, 38 Meninggal

Mengenai peran daerah, termasuk Pemerintah Daerah dalam persoalan jalan lingkar di kepala burung, Irfan Bungadjim kemudian menyatakan bahwa jelas manfaat yang telah diberikan. Dimana jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, telah ditingkatkan. Jarak Luwuk – Balantak yang dulunya dapat menempuh waktu 3 jam, kini hanya membutuhkan waktu 1 jam.

“Saya melihat sudah maksimal dilakukan Pemda Banggai, dalam hal ini kebijakan Bupati. Yang rusak parah dan amburadul itu, ruas jalan yang menjadi kewenangan Provinsi,” ujarnya.

“Kami juga mau berbuat lebih, kewenangan kami apa? Nyaleg jadi anggota DPRD kabupaten, agar bisa melakukan dan mengintervensi kebijakan saja, nda dipilih rakyat,” tutup Irfan sembari tersenyum. *

(jay)