Dugaan Pembobolan Rekening, BSM Luwuk bisa Ditinggal Nasabah

oleh -96 views
Nasabah BSM Luwuk didampingi Penasehat Hukumnya, Erick R Alimun saat keluar dari kantor BSM Luwuk, Senin (2/3/2020). [SANGALU/ Steven Pontoh]

SANGALU, Luwuk – Kasus dugaan pembobolan uang tabungan nasabah di Bank Syariah Mandiri (BSM) tak bisa dianggap sepele.

Akademisi di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk Sutrisno K. Djawa, mengatakan, BSM bakal ditinggal nasabahnya sendiri jika pihak bank tidak memberikan jaminan keamanan tabungan atau uang milik para nasabah.

“Pihak bank harus memberikan penjelasan secara detail kepada nasabah tentang jaminan kaamanan uang tabungan mereka. Jika tidak, akan terjadi penarikan dana nasabah secara massal untuk dipindahkan ke bank lain,” ujarnya, Kamis (27/2).

Baca juga:  Keputusan Salat Id Diserahkan ke Pemerintah Kabupaten

Menurutnya, para nasabah menabung uangnya ke perbankan atas dasar kepercayaan. Kasus dugaan pembobolan uang tabungan nasabah di BSM akan menurunkan tingkat kepercayaan nasabah ke BSM. “Karena itu, ada kewajiban BSM untuk memberikan jaminan ke nasabah. Jika tidak, nasabah akan lari dan BSM di Luwuk bisa kolaps,” jelasnya.

Baca juga:

Akademisi lainnya, Mustafa Abdul Rahim berpendapat, bobolnya uang tabungan nasabah sebagai bukti lemahnya sistem keamanan tabungan nasabah di BSM. “Setahu saya hanya nasabah yang bersangkutan yang bisa menarik dana tabungannya. Apalagi dengan jumlah yang cukup besar,” ujarnya.

Baca juga:  PDP Banggai Bertambah, Satu Pasien Rujukan Toili Menuju RSUD Luwuk

Ia menduga, pelaku pembobolan uang tabungan nasabah itu tidak hanya dilakukan oleh satu orang. “Tidak mungkin pelakunya hanya staf. Bisa saja ada keterlibatan pejabat BSM karena yang lebih mengetahui sistem keamanan di bank itu adalah petinggi-petinggi di dalamnya,” tandasnya.*

 

(lp)