Corona Masuk Indonesia, Harga Masker di Luwuk Capai Rp10 ribu per Lembar

oleh -809 views

SANGALU, Luwuk -Pasca diumumkannya dua WNI di Depok, Jakarta positif terinfeksi virus corona (Covid 19) harga masker di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah melonjak drastis.

Harga masker standard yang biasanya dijual Rp5 ribu tiga lembar atau Rp2 ribu perlembarnya, sore hingga malam naik menjadi Rp10 ribu perlembar. Itu dikarenakan banyaknya masyarakat yang mulai mencari masker sebagai antisipasi virus corona.

“Gila harganya (masker). Pagi tadi saya beli satu dua ribu, sore ini kakakku cari sudah tidak dapat. Ada yang jual tapi sepuluh ribu satu lembar,” terang Ana, salah satu mahasiswi Luwuk, Senin (2/3/2020).

Baca juga:  Karpet Merah untuk B-Heppy

Ia menyebutkan, beberapa apotik yang dikunjungi pun mengaku kosong. Apotik kehabisan stok akibat diserbu masyarakat yang ingin mengantisipasi masuknya virus corona.

“Saya sudah cek di toko online juga naik. Biasanya sebungkus itu harganya dua sampai lima puluh ribu dengan ongkir. Tadi saya cek di shoppe sudah tiga ratus ribu satu dos. Itupun kosong,” tandasnya.

Kris, salah satu karyawan swasta juga mengungkapkan langsung mencari masker sebagai bentuk perlindungan diri. Ia sedikit beruntung karena berhasil mendapatkan masker dengan harga Rp10ribu untuk 4 lembar untuk merk Sensi.

“Iya naik katanya. Tapi tadi saya sudah dapat di apotik sepuluh ribu empat lembar. Malam ini katanya teman so naik,” ungkapnya.

Baca juga:

Baca juga:  Provinsi Sulteng Umumkan Ada Satu Suspect Corona di Banggai

Ais, juga warga Luwuk pun sama. Ia mengaku sempat kesulitab mencari masker, meski akhirnya mendapatkan dengan harga Rp50 ribu untuk dua pack. “Iya, saya beli siang tadi dapat harga lima puluh ribu dua pack, isi 10 lembar perpack. Tidak tau harga malam ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, siang tadi Presiden RI Joko Widodo mengumumkan bahwa ada dua warga negara Indonesia positif terpapar virus corona setelah keduanya berinteraksi dengan Warga Negara Asing (WNA) asal Jepang. WNA tersebut juga tengah dirawat di Malaysia karena positif Corona.

Baca juga:  HUT Banggai ke-60, Bupati Paparkan Prestasi Daerah

Bahkan, berita terakhir yang dirilis sejumlah media besar tanah air menyebutkan seorang perawat yang ada di rumah sakit tempat kedua WNI dikarantina juga diduga suspect corona.

Berita yang terus menyebar melalui jejaring sosial itu membuat warga negara Indonesia, tak terkecuali di Luwuk ketar ketir dan mulai mencari masker. Alhasil, maskerpun menjadi barang berharga dan susah dicari saat ini.*

 

(van)