Ada Kasus Positif Covid-19, Jubir Gugus Tugas : Masih Menunggu Hasil Swab

oleh -193 views
Petugas medis di Ruang Isolasi Khusus COVID-19 RSUD Luwuk saat melaksanakan perawatan WNA asal Perancis beberapa waktu lalu. [SANGALU/ Steven Pontoh]

SANGALU, Luwuk – Pasien yang saat ini dalam isolasi RSUD Luwuk, belum dapat dipastikan apakah positif terpapar virus vorona atau tidak. Juru bicara tim gugus tugas Covid-19 kabupaten Banggai, Nurmasita Datu Adam, Rabu (25/3) kemarin mengatakan hal itu masih harus menunggu hasil pemeriksaan sampel swab (usap tenggorokan) yang akan dilakukan di laboratorium Makkasar.

“Untuk pasien yang sedang dirawat di ruangan isolasi rumah sakit, belum terlaporkan positif karena sampel Swab¬† baru diambil dan di kirim besok ke BBLK Makassar. Hasil Swab yang akan menyatakan positif atau negatif Covid-19,” kata Nurmasita.

Hasil sampel swab pasien dengan status PDP tersebut, akan cukup lama diterima hasilnya, ungkap Nurmasita lebih lanjut. Dikarenakan belum lengkapnya fasilitas yang dimiliki daerah, untuk segera mengetahui apakah seseorang positif terpapar virus corona atau tidak.

“Hasilnya baru bisa kita ketahui sekitar lima (5) hingga sepuluh (10) hari kemudian,” sebut Nurmasita.

Baca juga:  Bawa Kabur Motor asal Lamala, Pria Bungin Tertangkap di Belakang SDN Keleke

Untuk jumlah update ODP dan PDP per tanggal 25 Maret 2020, Nurmasita juga mengungkapkan bahwa belum ada penambahan. Yakni 4 orang ODP dan 1 PDP yang kini dirawat di ruang isolasi RSUD Luwuk.

“Kita semua harus tetap waspada dan berhati-hati. Bagi yang pernah kontak dengan pasien, untuk isolasi diri di rumah sampai hasil pemeriksaan ada.

Kita semua berdoa, semoga hasilnya negatif,” tandas Nurmasita.

Diketahui, informasi yang berkembang bahwa pasien PDP ini merupakan warga Toili yang telah bepergian ke Spanyol. Menunjukkan gejala covid-19 sekembalinya ke kabupaten Banggai, yang bersangkutan sebelumnya masih ditetapkan sebagai ODP. Hingga statusnya dinaikkan menjadi PDP dan diisolasi di RSUD Luwuk.

Isu kemudian merebak di masyarakat, bahwa pasien ini telah positif virus corona. Dugaan itu diperkuat dengan adanya laporan yang diduga dari ketua BPD Kamiwangi, Toili, yang menyebutkan bahwa seorang warga lainnya yang pernah kontak dengan pasien PDP ini, menunjukkan gejala yang sama. Demam, sesak nafas, dan tenggorokan terasa kering.

Baca juga:  Empat Daerah di Sulteng Masih Berstatus Zero COVID-19

Masih dari laporan via whatsapp yang ditujukan pada ketua destana lombaja wangi desa Kamiwangi yang kemarin tersebar di grup-grup whatsapp, dikatakan bahwa warga yang sempat mengurut pasien PDP sebelum dirujuk itu, 2 hari lalu, belum diberikan pelayanan dari tim kesehatan dan masih berada di rumahnya.

TERKESAN TERTUTUP

Sejumlah pihak menilai tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kabupaten Banggai, coba menutup-nutupi sejumlah fakta terkait penyebaran virus corona di daerah ini.

Hal itu dengan agak tertutupnya satuan khusus yang dibentuk bupati Banggai itu, dalam memberikan informasi kepada publik. Sejauh mana kondisi daerah saat ini, yang masyarakatnya mulai dilanda kepanikan usai laporan adanya status PDP pada 1 warga dan ODP pada 4 warga lainnya.

Baca juga:  Bandara Luwuk Dibuka, Ini Syarat Calon Penumpang

Pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan sejumlah media, yang telah dilayangkan langsung baik ke gugus tugas atau melalui juru bicaranya, kemudian hanya dijawab secara umum. Bahkan sebagian besar pertanyaan, tak diberikan jawaban.

Adanya informasi pasien rujukan dari RSUD Ampana, perkembangan pasien PDP asal Toili yang baru tiba dari Spanyol, hingga sejumlah informasi yang berkembang di masyarakat dan terus simpang siur kebenarannya, juga tak begitu jelas diterangkan gugus tugas.

Benarkah kondisi daerah kabupaten Banggai saat ini masih terbilang aman untuk Covid-19? Apakah masyarakat belum perlu khawatir dengan sejumlah informasi yang berkembang liar? Apakah ada fakta yang memang sengaja disembunyikan?

Tentu saja, hal itu hanya diketahui sendiri oleh tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kabupaten Banggai. Masyarakat hanya diminta untuk tetap tenang dan tidak panik. Sembari waspada dan berdiam diri di dalam rumah. *

(jay)