Viral Suspect Corona, WNA Perancis dari Togean Dirujuk ke RSUD Luwuk

oleh -3.726 views
Ilustrasi [google]

“Kami sekarang masih menyiapkan ruang observasi. Jadi saya tekankan lagi bahwa pasien negatif covid-19,”Direktur RSUD Luwuk, Yusran Kasim.

SANGALU, Luwuk – Salah satu WNA asal Prancis yang viral suspect covid-19 akan menjalani observasi lanjutan ke RSUD Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, malam ini (29/2/2020).

Pasien berinisial CR (71) itu diberangkatkan dari RSUD Ampana, Kabupaten Tojo Una-una sekitar pukul 23.15 wita, dan rencanannya tiba di Luwuk pukul 03.30 wita.

Direktur RSUD Luwuk, dr. Yusram Kasim saat dikonfirmasi awak media membenarkan rujukan tersebut. Namun, dia memastikan pasien tidak terinveksi covid-19. Namun mengalami diare dan membutuhkan observasi.

Baca juga:  Gempa Kekuatan 5,8 SR Kembali Guncang Sigi

Yusran menyatakan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan ruang observasi untuk merawat pasien. Ini semua berdasarkan permintaan pasien.

“Kami sekarang masih menyiapkan ruang observasi. Jadi saya tekankan lagi bahwa pasien negatif covid-19,” kata Yusran saat dihubungi pukul 23.50 Wita.

Yusran menegaskan kembali bahwa pasien negatif Covid – 19. Meski begitu atas permintaan pasien bahwa Ia harus di observasi. Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan tempat sesuai hasil koordinasi dengan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan RSUD Luwuk.

“Saat ini saya sedang rapat terkait rencana observasi ini. Teman-teman wartawan jika ingin meliput silahkan ke RS, sebab saya belum bisa membalas telepon sebentar,” kata Yusran.

Baca juga:  Kunjungan Komisi 10 DPR RI, Bupati Banggai Paparkan Rencana Pengembangan Wisata

Sebelumnya, WNA tersebut harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ampana, sore kemarin.

Pasien dirawat intensif setelah beberapa saat tiba di lokasi wisata Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah.

Baca juga:

Dikutip dari Sulawesitoday.com, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dr Reny A Lamadjido membenarkan WNA yang dirawat intensif tersebut.

Tenaga kesehatan harus mengambil tindakan antisipasi pencegahan virus corona, karena suhu badan WNA tersebut mencapai 37, 7 derajat.

Baca juga:  Bangkitkan Perekonomian Banggai, Sektor Logistik harus Efisien

Belum lagi, WNA tersebut dikabarkan sempat tinggal cukup lama di Negara Malaysia sebelum ke Kepulauan Togean, Kabupaten Touna.

“Dia tidak ada batuk atau flu dan sesak nafas, hanya alami diare dengan panas badan 37,7 derajat,” kata dr Reny, Jumat malam.

Saat ini kata Reny, tim medis sedang melakukan pendalaman terkait gejala penyakit yang diderita WNA tersebut. “Mudah-mudahan bukan corona, karena dia diare, karena salah makan,” tambah Reny.

Sebab kata Reny, untuk antisipasi gejala virus corona haruslah suhu badan mencapai 38 derajat ke atas.*

 

(van)