Kontraktor Bangkrut, Tenaga Kerja Meradang, PT. PLN Gagal Target Bangun PLTGM

oleh -452 views
Para pekerja saat menyambangi Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi untuk mengikuti pertemuan atas tuntutan pelunasan upah kerja yang belum dibayarkan PT DEC, Rabu (5/2/2020). [SANGALU/ Gafar Tokalang]

SANGALU, Luwuk – Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) sebesar 40 MW yang dilaksanakan oleh PT. PLN (Persero) di Desa Nonong Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, macet. Sebanyak 230 pekerja proyek tersebut, kini tak jelas pembayaran upah kerjanya dalam enam bulan terakhir.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, PT. PLN Persero melalui kontraktor pelaksana yakni Konsorsium PT. Barata Indonesia, PT. Dalle Engineering Contruction dan PT. Mitra Energi Batam, membangun sebuah PLTMG dengan kapasitas 40 MW di Desa Nonong Kecamatan Batui, untuk memenuhi kebutuhan listrik Sulawesi Tengah.

Pembangunan PLTMG sebesar 40 MW tersebut merupakan program nasional 35.000 MW yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Pihak PT PLN (Persero) menargetkan pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Luwuk bisa beroperasi secara komersil pada kuartal II/2019. Disebutkan, pada kuartal I/2029 bisa beroperasi secara komersial sebesar 15 MW dan pada triwulan II/2019 sebesar 25 MW. Sayangnya hingga awal tahun 2020 proyek tersebut malah meninggalkan masalah.

Sejumlah tenaga kerja PT. Dalle Engineering Contruction mendatangi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banggai, Selasa (04/02). Mereka mewakili 230 pekerja yang hingga kini belum ada kejelasan pembayaran upah sejak September 2019.

Baca juga:  Aklamasi, Irfan Bungadjim Pimpin Karang Taruna Banggai

“Kami sudah enam bulan tidak dibayar upah sejak September, yang dibayar baru dua bulan, dan masih tiga bulan lagi sampai Januari 2020 belum dibayar. Kami hanya dijanjikan terus namun belum ada kejelasan sampai saat ini,” kata Syarif Mang, salah satu perwakilan pekerja.

Rencananya para pekerja akan melakukan pertemuan yang dimediasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banggai, namun pertemuan tersebut ditunda karena masih menunggu pimpinan PT. Dalle Engineering Contruction dari Jakarta.

 

Kontraktor Proyek Bangkrut

Keesokan harinya dalam pertemuan, Kontraktor pelaksana kontruksi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Luwuk, perwakilan PT. Dalle Enggineering Contruction (DEC) mengaku mengalami krisis keuangan dan membuat proyek yang diperkirakan senilai Rp.521 miliar itu mandek sejak enam bulan terakhir.

Direktur Operasional dan Kontruksi PT.Dalle Enggineering Contruction, Budi Suryono, dihadapan para pekerja saat pertemuan dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banggai, Rabu (05/02), mengaku kesulitan melunasi pembayaran upah tenaga kerja.

Baca juga:  Maleo Centre DSLNG Ciptakan Sejarah, Berhasil Tetaskan Telur F1

Ia mengatakan perusahaannya mengalami kendala keuangan dan tidak dapat memenuhi pembayaran sebagaimana tuntutan para pekerja.

Dalam pertemuan itu, disepakati, PT. DEC akan membayar upah pekerja untuk dua bulan pada 12 Februari 2020, dengan cara mencari pinjaman dana. Pihak PT. Barata Indonesia, perusahaan konsorsium proyek PLTMG, akan memberikan talangan dana tersebut kepada pihak PT. DEC pada akhir Februari nanti.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banggai membuat surat penegasan kepada PT. PLN dan PT. Barata, untuk memastikan pihak PT. DEC membayar dua bulan upah pekerja pada 12 Februari nanti. Jika tidak, maka akan ada sanksi akibat kelalaian itu.

“Pihak PT. DEC ini sudah kolaps, tidak mampu lagi dia membayar kami. Makanya PT. Barata yang akan bayarkan. Masalahnya kami butuh jaminan kepastian,” kata para pekerja dalam pertemuan itu.

Bangkrutnya PT. DEC membuat para pekerja dan pemasok material dalam proyek itu kelimpungan. Mereka meminta PT. PLN Persero dan juga konsorsium kontraktor proyek PLTMG ikut bertanggung jawab sebagai pemilik projek.

Baca juga:  Listrik Sering Padam, Emak-emak Galau Curhat ke Amirudin Tamoreka

Kondisi itu membuat pekerjaan pembangunan PLTMG 40 MW di Desa Nonong itu tidak bisa berlanjut. Para pekerja menolak adanya pekerjaan lanjutan sebelum adanya pembayaran hak hak pekerja.

 

PLN Gagal Target 

Buntut mandeknya pembangunan PLTGM Nonong, PT. PLN (Persero) dianggap gagal mewujudkan Commercial Operation Date (COD) proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) sebesar 40 MW di Desa Nonong pada tahun 2019. Pasalnya, proyek tersebut jalan di tempat sejak Agustus 2019 dan macet total hingga Februari 2020.

Sebelumnya, PT. PLN menargetkan PLTMG yang akan menggunakan listrik dari gas JOB Pertamina di Desa Nonong Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai akan beroperasi secara komersial (COD) pada kuartal I/2019 sebesar 15 MW dan pada kuartal II/2019 sebesar 25 MW.

“Jangankan 40 MW, untuk target kuartal pertama saja yang sebesar 15 MW belum bisa dicapai. Secara total, pantauan kami dilapangan proyek itu baru berkisar 30 persen dari total pembangunan,” kata pegiat masalah kelistrikan di Kabupaten Banggai, Mohamad Zaid.*

 

(far)