Dugaan Ketimpangan Program di Bukit Tandalo Makin Liar

oleh -77 views
Pengembangan kawasan agro wisata di bukit Tandalo, di kecamatan Luwuk Timur (SANGALU/IST)

SANGALU, Luwuk – Dugaan dialihkannya proyek APBD berupa pembangunan jalan yang diperuntukkan bagi masyarakat ke akses kawasan Tandalo Hills, serta diduga beberapa proyek APBD lainnya dengan dalih MoU untuk kepentingan pendidikan anak-anak difabel dan manula, ternyata mulai memunculkan sejumlah indikasi ketimpangan lainnya di wilayah pedalaman kecamatan Luwuk Timur itu.

Dari informasi yang berhasil didapatkan awak media ini, Selasa (25/2) kemarin, dari sejumlah sumber yang merupakan warga asal wilayah tersebut, diduga pengembangan kawasan Tandalo Hills, didesain sedemikian rupa untuk sebuah kepentingan besar dibaliknya.

Para sumber yang belum ingin dipublikasikan identitasnya, menjelaskan bahwa memang patut dicurigai adanya ketidakberesan seputaran kawasan itu. Terlebih ketika Pemda Banggai melalui wakil bupati Drs H Mustar Labolo, telah mengeluarkan pernyataan bahwa di sekitaran Tandalo Hills, ada upaya pemerintah yang diperuntukkan bagi suku adat terpencil.

Baca juga:  Bosan Menagih Janji Perbaikan, Warga Blokade Jalan di Luwuk Timur

“Dimana ada suku terpencil di wilayah itu? Itu tidak benar. Yang benar, disitu ada perambahan hutan secara terbuka, besar-besaran. Yang mempergunakan nama adat di dalamnya,” sebut sumber.

Para sumber kemudian menambahkan, pasca pembukaan kawasan Tandalo Hills, saat ini sejumlah pihak mulai mematok hutan di wilayah itu, dengan mengklaim sebagai lahan miliknya. Yang diperoleh sebagai tanah adat, secara turun temurun.

“Kemudian dibuatkan SKPT di pemerintah desa. Coba nanti periksa semua SKPT itu. Semua saksi dalam SKPT sama. Dua orang saksinya,” ucap sumber.

Baca juga:  Limbah Industri PT SASL Dibuang ke TPA Bunga, Duitnya Masuk Rekening Pribadi

Puluhan bahkan ratusan hektar, kemudian diperjualbelikan kepada sejumlah pihak. Yang oleh sumber, pihak-pihak pembeli lahan tersebut, dikatakan adalah mereka yang telah mengetahui akan ada eksploitasi pertambangan di wilayah itu.

“Dan jika ditelusuri nantinya. Akan ketahuan. Ada rencana tambang di sana. Sudah ada seorang pengusaha tambang besar di kota Luwuk, yang membackup perambahan hutan di wilayah itu,” tambah sumber.

Para sumber kemudian menyatakan akan siap memberikan seluruh keterangan secara lengkap. Jika nantinya dugaan permasalahan di pengembangan kawasan Tandalo Hills, telah ditangani pihak hukum. “Kami akan beberkan bukti-bukti lainnya nanti,” tandas para sumber itu.*

Baca juga:  Batia Kecam Upaya Penggagalan Deklarasi Koalisi AT FM

(jay)