Antisipasi virus Corona, Tim Terpadu siap periksa kapal asal China di Banggai

oleh -122 views
Pemeriksaan penumpang yang tiba di Bandara Syukuran Aminuddin Amir Bubung oleh petugas Kesehatan Pelabuhan, Rabu (19/2). [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Luwuk – Sebagai bentuk antisipasi terhadap masuknya virus Covid – 19 atau virus Corona ke Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah, tim terpadu yang dipimpin oleh Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Klas II Luwuk siap melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kapal yang berlayar langsung dari China ke Kabupaten Banggai.

Suleman Langge, Kepala UPP Klas II Luwuk mengaku sesuai intruksi pemerintah pusat bahwa pemeriksaan wajib dilakukan terhadap seluruh warga negara asing yang masuk ke wilayah Indonesia, termasuk ABK kapal asal China yang biasanya masuk sebulan sekali di Kabupaten Banggai untuk mengangkut gas alam cair.

“Sebulan biasanya ada tiga kapal masuk ke dermaga PT DSLNG di Batui. Kapalnya itu langsung dari China dan Jepang,” ungkap Suleman, Rabu.

Ia mengatakan Kabupaten Banggai memang menjadi gerbang masuk sejumlah warga negara asing khususnya WNA asal China yang akan ke PT IMIP di Kabupaten Morowali atau ke perusahaan biji besi yang ada di Kabupaten Taliabu, Maluku Utara.

Baca juga:  Cegah Virus Corona, Petugas Perketat Pengawasan WNA di Bandara Luwuk

“Tapi untuk WNA asal China yang datang melalui penerbangan atau bandara kami tidak terlalu khawatir, sebab belum ada penerbangan langsung dari China ke Bandara Syukuran Aminuddin Amir Bubung. Namun, kapal-kapal yang mengangkut LNG itu langsung dari China sehingga perlu diantisipasi,” terang Suleman.

Ia mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh stake holder yang tergabung dalam tim terpadu, seperti; Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Kantor Unit Penyelenggara Kesehatan Pelabuhan, TNI AL, KP3, Polisi Air dan Udara, serta sejumlah perusahaan pelayaran seperti PT Pelni.

“Semoga dengan tim ini kita bisa bekerja sesuai prosedur. Sebab ini sudah jadi isu internasional. Kita khawatir tidak hanya dari kapal dengan rute internasional, tapi juga dari kapal lokal. Sebab beberapa penumpang kita tidak tahu dari mana awalnya, bisa saja mereka dari wilayah terjangkit kemudian transit dan masuk ke wilayah ini,” tuturnya.

Meski mengaku belum memiliki perlengkapan yang memadai terkait penanggulangan virus corona, namun Suleman mengungkapkan perlengkapan yang disediakan oleh Dinas Kesehatan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan sudah bisa mendeteksi jika saja ada seseorang yang terjangkit virus mematikan itu.

Baca juga:  Tegur Bupati Banggai, Gubernur Sulteng Perintahkan Dinkes Surati Kemenkes RI

“Peralatan itu disediakan oleh dinkes sesuai standar. Jika nanti ada yang suspect maka akan diturunkan dari kapal dan dikarantina di tempat yang telah disediakan oleh pihak perusahaan,” ungkapnya.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Klas II Luwuk, Suleman Langge. [SANGALU/ Steven Pontoh]

Ganggu Perekonomian

Suleman berharap tidak ada satupun orang yang keluar masuk wilayah Kabupaten Banggai suspect virus Corona. Pasalnya, jika itu terjadi maka akan menjadi dilematis petugas khususnya UPP Klas II Luwuk.

“Iya kita dilema jika virus itu sampai di sini. Sebab, di satu sisi kita harus menjaga keselamatan kesehatan warga sementara di sisi lain perekonomian terganggu saat kapal kita karantina. Semoga tidak terjadi,” harapnya.

Ia menjelaskan jika dalam pemeriksaan awak kapal terdapat suspect corona, maka kapal tersebut akan dikarantina dua mil jaraknya dari bibir pantai. Sementara itu terjadi, tidak seorang pun diperbolehkan naik turun kapal kecuali petugas khusus.

Baca juga:  Membanggakan, Pemkab Banggai Raih Predikat A Sistem Akuntabilitas Kinerja 2019

Dengan tidak jalannya kapal, maka dapat dipastikan menimbulkan kerugian terhadap perusahaan dan itu bisa berdampak pada perputaran ekonomi Kabupaten Banggai pada umumnya. Sementara, jika harus dilakukan penggantian kapal pengangkut LNG, menurutnya sangat tidak mungkin.

“Kita sempat sampaikan jika ada awak kapal yang suspect maka kapalnya kita karantina dan tidak boleh jalan. Biar pengiriman LNG normal dan tepat waktu maka pihak perusahan wajib mengganti kapal. Hanya saja perusahaan mengaku tidak semudah itu proses penggantian kapal,” paparnya.

Atas dasar itulah, Ia kemudian mengatakan menjadi dilematis petugas tim terpadu sehingga Ia sangat berharap virus Covid – 19 tidak sampai masuk ke wilayah Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.*

 

(van)