Tewas Mengapung di Laut, Firman Diduga Korban Pembunuhan

oleh -1.468 views
Proses evakuasi jasad Firman, pemuda asal Sinjai, Sulawesi Selatan yang ditemukan tewas mengapung di perairan Desa Tou, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Selasa (21/1). [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Moilong – Kasus kematian Firman (29), warga Sinjai, Sulawesi Selatan yang ditemukan  mengapung di perairan Desa Tou, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai menguak fakta baru.

Itu setelah penyelidikan polisi menemukan bukti dan keterangan berbeda dari sejumlah saksi terkait kematian Firman yang disebut tenggelam, karena melarikan diri dari kejaran sekelompok pemuda.

Dari keterangan sejumlah saksi, seorang diantaranya mengungkapkan melihat lima pemuda keluar dari laut dengan kondisi basah dan memegang sepotong kayu pada pukul 04.30 dini hari, usai keributan antara Firman dan sekelompok pemuda, Senin (20/1).

Baca juga:  Dugaan Pembobolan Rekening, BSM Luwuk bisa Ditinggal Nasabah

“Kemudian saksi mendatangi kelima orang tersebut dan mengungkapkan pertanyaan mengapa mereka memukul anak orang,” terang Kapolsek Toili, Iptu Chandra seperti dilansir utustoriacom.

Baca juga: Hilang di Laut Moilong, Firman Ditemukan Tak Bernyawa

Kapolsek Toili Iptu Candra juga mengatakan pihaknya saat ini masih mendalami dan memeriksa 12 orang saksi terkait kematian Firman yang belakangan diragukan murni tenggelam.

Saat ini, empat orang yang diduga mengejar Firman telah diamankan di Polsek Toili untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara, beberapa terduga lainnya masih dalam pencarian.

 

Baca juga:  Dandhy Nayoan, Angin Segar Milenial di Pilkada Banggai Laut 2020

Hasil Outopsi

Meski jenasah Firman telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Namun, hasil outopsi yang dilakukan pihak RSUD Luwuk masih menunggu hasil uji Labfor Makassar. Pihak rumah sakit menyebutkan hanya mengambil sample untuk pemeriksaan organ vital korban.

“Besok kami kirim sample organnya ke Labfor Makassar. Hasilnya nanti Labfor yang sampaikan ke polisi,” ungkap sumber terpercaya dari pihak RSUD Luwuk, Rabu (22/1).

Diketahui, jasad Firman sebelumnya telah dilakukan visum di Puskesmas Unit 2 Moilong. Namun, pihak keluarga meminta agar dilakukan outopsi karena merasa ada kejanggalan dalam kronologis kejadian yang beredar.

Baca juga:  Tanpa Gejala, 5 Warga Buol Tambah Jumlah Kasus Positif Sulteng

Permintaan itu disahuti penyidik dengan mengirimkan jasad korban ke RSUD Luwuk untuk diambil sample.

Sementara itu, penyidik terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. Kini, kasus kematian Firman masih bergulir di unit Reskrim Polsek Toili.*

 

(van)