Terlibat Prostitusi Online, Gadis SMP Digarap Empat Pria

oleh -1.434 views
Melati (bukan nama sebenarnya) saat dimintai keterangan penyidik unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) di Mapolres Banggai, Jumat (17/1/2020). [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Luwuk – Baik buruknya perilaku seorang anak memang sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, utamanya keluarga. Seperti yang terjadi di kota Luwuk, dimana seorang gadis SMP rela menjajakan diri hanya karena butuh uang dan tidak memilik tempat mengadu.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan Melati (bukan nama sebenarnya) merupakan anak korban broken home. Gadis yang beranjak dewasa ini terpengaruh perkembangan zaman di era digital.

Ia mulai terpikat gaya hidup, namun tak memiliki banyak uang untuk melengkapi kebutuhannya. Alhasil, Ia pun memilih jalan pintas dengan menjajakan diri melalui media sosial atas bantuan temannya.

Baca juga:  Pingsan di Pasar Simpong, Seorang Warga Dijemput Ambulance dengan APD Lengkap

Tak tanggung-tanggung, pada tanggal 9 Januari 2020 terungkap, Melati telah melayani 4 pria sekaligus di sebuah kamar kosan.

Kala itu, Ia dijanjikan akan dibayar sekira Rp700 ribu. Apesnya, usai tubuhnya dipreteli dua pria dewasa dan dua remaja seusianya, Melati ternyata hanya dibayar Rp100 ribu.

Melati yang kecewa pun menghubungi temannya melalui media sosial. Ia protes akan hasil pembayaran yang diterima karena tidak sesuai kesepakatan.

Keluhan kepada temannya yang diduga menjadi perantara itulah yang kemudian bocor ke pihak keluarga. Seorang keluarga Melati yang membaca percakapan ini pun melaporkan ke keluarga besarnya.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polisi dan langsung dilakukan pemeriksaan. Hasilnya, dua pria dewasa yang telah menyentuh Melati pun dikerangkeng di Mapolres Banggai. Sementara, dua remaja lainnya diperiksa penyidik namun tidak dilakukan penahanan.

Baca juga:  Jubir COVID-19 Nurmasita: Jumlah PDP Banggai 7 Orang di RSUD Luwuk

Kedua remaja pria juga disebut tidak ikut menyetubuhi korban, tapi mereka ikut menggerayangi tubuh moleknya.

Saat diperiksa, Melati mengaku ingin membeli sesuatu namun tak tahu harus meminta uang kepada siapa. Kondisi keluarganya membuat Ia harus mencari jalan sendiri.

Broken home membuat gadis belasan tahun ini salah arah dan memilih terlibat prostitusi online. Saat ini, Melati tengah mendapatkan konseling dari psikiater anak, serta pendampingan hukum dari Lembaga Bantuan Hukum di Luwuk.*

Baca juga:  Hati-hati Jalur Poso menuju Palu Putus Total Akibat Banjir

 

 

(van)