Pimpinan Baru, Lapas Luwuk teken MoU dengan Unismuh terkait Perkuliahan

oleh -326 views
Penandatanganan MoU antara Unismuh Luwuk dengan Lapas Klas IIB Luwuk terkait perkuliahan bagi warga binaan dan pegawai lapas, Senin (20/1/2020). [SANGALU/ Steven Pontoh]

SANGALU, Luwuk – Pucuk pimpinan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Luwuk berganti dari I Wayan Widana kepada Edi Sigit Budiman, Senin (20/1/2020) pagi.

I Wayan Widana bertugas sebagai Pelaksana Tugas Kepala Lapas Klas IIB Luwuk sejak Desember 2019. Saat itu, pejabat lama Sutopo Barutu tengah mengikuti Pim III di Jakarta, sehingga kekosongannya diisi oleh I Wayan Widana.

Belum selesai diklat Pim III Sutopo, SK terbaru sudah terbit dan pimpinan Lapas Klas IIB Luwuk beralih lagi dari I Wayan Widana ke Edi Sigit Budiman, asal Jawa Tengah.

Baca juga:  Puluhan Pengurus KNPI 'Satu Nafas' Disebut Siap Ikuti Jejak Amlin Usman

Sutopo sendiri pindah sebagai Kepala Lapas Klas IIB Nias, Sumatera Utara. Sementara, I Wayan Widana kembali ke Kanwil Palu.

“Semoga saya bisa diterima dan dapat menjalankan tugas dengan baik di Lapas Klas IIB Luwuk ini,” kata Edi Sigit Budiman usai pelaksanaan sertijab.

Sertijab Kalapas Luwuk dari I Wayan Widana ke Edi Sigit Budiman, Senin (20/1/2020). [SANGALU/ Steven Pontoh]
Edi Sigit Budiman mengaku bangga dengan Lapas Klas IIB Luwuk karena banyak program unggulan termasuk kerjasama dengan pondok pesantren untuk pembekalan terhadap warga binaan dari sisi keagamaan. Serta, adanya kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Luwuk terkait pemberian kuliah bagi warga binaan yang ingin melanjutkan studi.

Baca juga:  Keluarga Pasien Siap Tempuh Jalur Hukum, Ini Aturan yang Diduga Dilanggar pihak RSUD Luwuk

“Ini adalah program yang sangat baik dan saya berharap itu bisa berjalan dengan baik. Terima kasih terobosannya pak Sutopo,” ungkap Edi.

Senada dengan itu, Wakil Rektor I, Muh. Gifary Sono mengungkapkan bahwa embrio kerjasama antara Universitas Muhammadiyah Luwuk dan Lapas Klas IIB Luwuk sejatinya berawal dari ide mantan Kepala Lapas, Sutopo Barutu.

“Sebagai tahap awal, kami buka kelas Fakultas Hukum dahulu. Kami akan menyesuaikan nanti terkait fakultas lainnya,” kata Gifary.

Baca juga:  Anti Diusung DPD Sulteng untuk Rekomendasi Gerindra

Ia menjelaskan perkuliahan awal akan dimulai pada bulan September 2020 nanti. Sebab, saat ini semester telah berjalan.

Nantinya, masing-masing fakultas akan diarahkan untuk dapat memberikan sumbangsih pengetahuan kepada warg binaan dalam Lapas Klas IIB Luwuk.

“Kita sama-sama berharap semoga kerjasama ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” harapnya.

Dari laporan pihak Lapas Klas IIB Luwuk, jumlah calon mahasiswa sekira 20 orang yang telah mendaftar. Jumlah itu terdiri dari beberapa warga binaan dan sejumlah pegawai dalam lapas.*

 

(van)