Pesan Merawat Tradisi dari Film ‘The Bajau’

oleh -262 views
NONTON BARENG: Masyarakat Dusun III Desa Tinakin Laut, Kecamatan Banggai Laut, Sulawesi Tengah saat Nobar film The Bajau, Minggu (12/1) malam. Nobar ini diinisiasi oleh komunitas Bonua Project. [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Banggai Laut – Bersandar di dinding rumah kayu, layar dari baliho bekas itu menggantung. Antusiasme masyarakat Dusun III Desa Tinakin Laut, Kecamatan Banggai Laut menonton Film The Bajau produksi Watchdoc cukup tinggi.

Pemutaran film yang diinisiasi komunitas Bonua Projet itu, bahkan telah disambut antusias Kepala Desa Tinakin Laut Doni Abuhajim sehari sebelum nonton bersama, Minggu (12/1).

Titik pemutaran sengaja dilaksanakan di Desa Tinakin Laut, karena mayoritas penduduknya merupakan suku Sama atau Bajo. “Sekitar 95 persen,” kata Sultan dari Komunitas Bonua Project dan warga setempat.

Baca juga:  Pimpin Hearing , Masnawati Minta RSUD Luwuk Copot Slogan 'Membuat si Miskin Tersenyum'

Nobar Film ini tidak hanya dari kalangan orangtua, tetapi juga anak-anak. Bahkan, para Anggota DPRR Banggai Laut dari suku Bajo atau Sama seperti Patwan Kuba dan Ardianto Agussalim.

Patwan menilai, film ini membuatnya mendapatkan pesan bahwa terdapat identitas suku Bajo yang mesti terus dijaga. “Kita sebagai suku Sama, pemerintah desa, mari kita jaga,” tuturnya.

Pergseran kehidupan ini, kata dia, sulit ditemukan lagi suku Bajo yang tinggal di atas perahu. Namun, masih terdapat sejumlah tradisi yang harus dirawat. “Zaman semakin maju menuntut setiap orang untuk survive. Ini fenomena suku sama di seluruh Indonesia,” katanya.*

Baca juga:  Lestarikan Budaya, Bonua Project Rilis Festival Padang Laya

 

 

(van)