Penyidikan Dugaan Tipikor Rp4,8 M di Bapenda Tetap ‘On The Track’

oleh -260 views
Kasi Pidsus, Isfardy SH. [SANGALU/ Karman]

SANGALU, Luwuk – Proses penyelidikan kasus dugaan pengemplangan pajak daerah sebesar Rp4,8 miliar di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banggai terus bergulir di Kejaksaan Negeri Banggai.

Kasi Pidsus Kejari Banggai, Isfardy SH, menegaskan bahwa proses hukum atas dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) yang menyeret sejumlah ASN di Bapenda Banggai sebagai saksi tetap berjalan sesuai jalurnya. Saat ini, penyidik masih dalam tahapan pemeriksaan saksi.

“Kita tetap on the track. Hanya karena libur akhir tahun makanya agak terhenti. Tapi saat ini kita mulai jalan pemeriksaan lagi,” terang Isfardy, pekan lalu.

Baca juga:  Suhu Tubuh Normal, 290 Penumpang KM Tilongkabila Dinyatakan Negatif COVID-19

Ia menjelaskan proses pemeriksaan saksi masih terus dirampungkan penyidik. Setelah itu, akan masuk pada pemeriksaan saksi ahli untuk dapat mengetahui seberapa banyak dugaan kerugian negara atas pengemplangan pajak daerah.

“Nah setelah pemeriksaan saksi ahli, saat kita dapat perhitungan kerugian negaranya, barulah kita masuk pada penetapan tersangka,” paparnya.

Diketahui, dugaan pengemplangan pajak yang terjadi sejak tahun 2016 itu, bermula dari rapat dengar pendapat antara DPRD Banggai bersama Bapenda Banggai. Awalnya persoalan ini diungkap Sekban Bapenda Banggai, Natalia Patolemba dalam rapat bersama Komisi III.

Baca juga:  KPU Sulteng Launching Aplikasi si MaCACA

Natalia yang baru sekitar dua bulan bertugas di saat itu, mengaku kebingungan akan kesemrawutan yang ada di Bapenda.

Dimana salah satunya, ada laporan pemasukan pajak sebesar Rp4,8 miliar, namun tak tercatat masuk di kas daerah. Mendengar pengakuan sekban Bapenda itu, Komisi III DPRD Banggai yang dipimpin Fuad Muid, terperanjat. Pria yang akrab Om Fuad ini, kemudian meminta ditelusurinya dugaan pengemplangan pajak tersebut.

Bupati Banggai Herwin Yatim pun kelabakan dan langsung memerintahkan tim Inspektorat Banggai untuk turun lapangan, untuk memastikan informasi ini. Dari hasil penelusuran, diduga telah terjadi pengemplangan pajak sebesar Rp 4,8 miliar.

Baca juga:  Cewek ini Cabut Laporan Polisi setelah Ketahuan Kencing Berdiri

Informasi yang berkembang menyebutkan dalam pengemplangan pajak ini, diduga ada keterlibatan oknum-oknum pejabat di internal Bapenda Banggai. Diduga dana dari hasil pajak sebesar Rp4,8 miliar sejak 2016 lalu, ditilap untuk kepentingan pribadi.*

(van)