Menagih Janji Pemda Banggai soal Rehabilitasi Aspuri di Makassar

oleh -686 views
KUMUH: Kondisi Aspuri Makassar di Jalan Nuri yang sudah tak layak huni. [SANGALU/ Ist]

SANGALU, MakassarAsrama putri (Aspuri) sejatinya menjadi solusi bagi mahasiswa Banggai di Makassar untuk mengurangi biaya sewa rumah/ kosan. Nyatanya, aset milik Pemda Banggai di Jalan Nuri ini justru jadi sorotan publik setempat, karena kondisinya yang kumuh dan tak layak huni.

Laporan: Moh Zulfikri M. Amin, Ketua Forkab Makassar

MEMPRIHATINKAN: Kondisi plafon Aspuri Makassar di Jalan Nuri mengalami banyak kebocoran. [SANGALU/ Ist]
TERIK mentari masih menyengat sore itu, kalah rombongan Forum Kreativitas Anak Kabupaten Banggai (FORKAB) Makassar mengunjungi Aspuri di Jalan Nuri, Selasa 23 Desember 2019 lalu.

Belum turun dari kendaraan, hati kami kembali teriris melihat kondisi salah satu aset Pemerintah Kabupaten Banggai di Kota Makassar itu. Betapa tidak, persoalan ini sudah pernah kami adukan ke para petinggi daerah selaku pengambil kebijakan, baik itu bupati maupun DPRD. Sayang, sejak tahun 2013, hanya janji manis terlontar tanpa realisasi.

Kondisinya masih sama. Kumuh dan reot. Praktis dari depan hanya satu yang mengalami perubahan, yakni plang papan nama yang menunjukkan bahwa itu adalah aset pemerintah daerah Kabupaten Banggai. Selebihnya, masih sama. Salah satu penghuni, Wiwin mengatakan bahwa plang nama itu baru dipasang pada tahun 2019 kemarin.

Baca juga:  Bupati Banggai Tunjukkan Kedekatan Emosional dengan KPK RI

Kondisi Aspuri Makassar di Jalan Nuri sangat memprihatinkan. [SANGALU/ Ist]
Kondisi Aspuri saat ini sudah sangat tidak layak untuk dihuni oleh mahasiswa Kabupaten Banggai yang ada di Makassar . Ini sangat disayangkan, sebab Aspuri sejatinya dapat menjadi penopang para mahasiswa agar dapat mengurangi biaya sewa kos/rumah saat menempuh pendidikan di Kota Daeng. Sikap yang ditunjukkan Pemda Banggai sangat berbeda dengan apa yang dilakukan Pemda Balut terhadap mahasiswanya di Gorontalo. Dimana pemerintah hadir sebagai solusi atas keluhan terkait asrama mahasiswa.

Kami dari Forkab Makassar sudah pernah melakukan audiensi bersama beberapa petinggi pemerintahan saat berkesempatan pulang liburan ke Luwuk. Jika tak salaj ingat, tiga kali kami melaporkan kondisi Aspuri ini. Ironisnya, setiap aduan kami menguap dalam janji manis. Sampai saat ini perbaikan Aspuri belum terealisasi.

Wiwin, salah satu penghuni Aspuri merupakan mantan mahasiswa Banggai yang kini menetap di Kota Makassar. Ia bersama dua anaknya di tempat itu. Mereka bertahan di tempat itu karena suatu alasan, meskipun kondisinya terbilang sangat tak layak.

Baca juga:  PMI Gelar Jumbara di HUT Kecamatan Simpang Raya ke 9 Tahun

“Kami kalau mandi dan buang air selama ini pinjam kamar mandi tetangga,” ungkap Adam, anak dari Ibu Wiwin.

Bagian atap Aspuri Makassar di Jalan Nuri mengalami banyak kebocoran. [SANGALU/ Ist]
Berdasarkan hasil observasi kami , bangunan berlantai dua dengan 5 kamar tidur itu kondisinya sungguh sangat memprihatinkan. Hanya 1 kamar di lantai 2 yang bisa digunakan. Kamar itulah yang ditempati Wiwin dan kedua anaknya.

Sementara, ruang tengah lantai satu atap plafonnya sudah hancur, sehingga saat hujan turun air masuk ke dalam bangunan. Lokasinya yang kini lebih rendah dari badan jalan juga menyebabkan bangunan itu kerap terendam air setinggi lutut kala musim penghujan tiba.

Jaringan listrik dan air juga telah diputus. Begitupun dengan kamar mandinya yang sudah tak dapat digunakan. Saat kami tengah melihat-lihat bagian lain bangunan ini, Adam kembali bersuara. Ia mengatakan pada bulan Desember kemarin, datang perwakilan Pemda Banggai.

“Mereka datang pasang papan nama depan Aspuri. Terus katanya bangunan ini akan dijual dan penghuninya akan dipindahkan ke Aspura Tupai,” ungkap Adam.

Sebagai mahasiswa dan mewakili seluruh anggota Forkab Banggai saya sangat kecewa dengan Pemerintahan Daerah Kabupaten Banggai. Sebab, aset yang ada tak mendapatkan perhatian dengan serius. Bahkan terbilang ditelantarkan. Permintaan rehabilitasi yang kami ajukan juga tak berbalas realisasi. Malahan, kini aset itu diwacanakan akan dijual.

Baca juga:  Pemda Bangkep Perketat Pengawasan Orang di Setiap Pelabuhan Rakyat

Kondisi Asrama Putra (Aspura) Banggai di Jalan Tupai, Makassar. [SANGALU/ Ist]
Harapan kami, aset tersebut tidak dijual tapi diperbaiki sehingga kedepan dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa asal Kabupaten Banggai saat menempuh pendidikan di Makasaar. Bapak-bapak dan ibu di DPRD, serta bapak Bupati Banggai, Herwin Yatim yang notabene adalah alumni mahasiswa Makassar agar dapat memperhatikan keluhan kami ini.

Jikalaupun aset itu harus dijual, maka penggantinya harus jelas dan tidak mengurangi aset yang ada. Sebab, kami sebagai mahasiswa sangat membutuhkan aset tersebut, sebab kami juga warga Kabupaten Banggai yang seyogyanya wajib diperhatikan dan difasilitasi.

Sebagai mahasiswa, kami adalah aset daerah yang nantinya akan kembali juga ke tanah Babasal (Banggai, Balantak dan Saluan). Waktu akan menjawab, 10-20 tahun kedepan bisa jadi nasib daerah Kabupaten Banggai ada di tangan kami sebagai putra putri daerah yang menempuh pendidikan di luar daerah. Jangan abaikan kami!*