Legislator Sorot Disperindag terkait Keterlambatan Pembangunan Pasar

oleh -51 views
Rapat dengar pendapat Komisi II DPRD Banggai dan Disperindag terkait keterlambatan pembangunan tiga pasar di Kabupaten Banggai, Senin (20/1/2020). [SANGALU/ Obormotindok]

SANGALU, Luwuk – Sejumlah legislator yang bernaung pada Komisi II DPRD Kabupaten Banggai menyoroti proyek pembangunan pasar yang dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banggai.

Alat Kelengkapan DPRD Banggai yang dipimpin Sukri Djalumang itu, memanggil kepala Disperindag dan memertanyakan tiga buah proyek pasar yang tidak selesai hingga akhir tahun 2019.

Dalam rapat yang digelar di ruang rapat khusus DPRD Banggai, Anggota DPRD Banggai, Syarifudin Tjatjo, mengungkapkan pada saat Komisi II DPRD melakukan peninjauan lapangan pada 7 Januari 2020 lalu, pihaknya menemukan sejumlah pekerjaan yang belum selesai.

Baca juga:  Laporan Turlap Komisi 1 Belum Diserahkan

Proyek yang belum selesai tersebut yakni, Pembangunan Pasar Sidang Sari di Kecamatan Toili Barat, Pembangunan Pasar Sumber Mulya Kecamatan Simpang Raya dan Pembangunan Pasar Pagimana.

“Saat kami turun minggu lalu, pekerjaannya masih bekisar antara 50 hingga 70 persen. Yang paling memprihatinkan itu pasar Pagimana, baru sekitar 50 persen,” kata Syarifudin Tjatjo seperti dilansir obormotindok, Senin (20/1/2020).

Senada, Ibrahim Darise mengungkapkan, keprihatinannya lantaran proyek tersebut tidak selesai sesuai jadwal pelaksanaan pekerjaan. Parahnya lagi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan memberikan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut hingga 30 Januari 2020.

Baca juga:  PDIP Siap Dampingi Herwin Yatim Hadapi Bawaslu Banggai

“Ini walaupun sudah ditambah waktu, tetap tidak akan selesai. Sudah melanggar, tidak selesai pula. Saya bingung memberikan pendapat kalau seperti ini,” ungkap politisi PAN itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banggai, Hasrim Karim, menjelaskan, proyek tersebut terlambat lantaran proyek tersebut dibiayai dengan anggaran yang bersumber dari Kementrian Perdagangan pada tahun 2019. Kata dia, anggaran tersebut diperoleh pada 5 Agustus 2019.

“DIPA-nya turun nanti 30 September. Kita lelang 23 Oktober baru terbit kontrak. Sementara tiga pasar ini pekerjaannya menggunakan kontruksi yang sedikit sulit,” kata Hasrin Karim.

Baca juga:  Legislator Banggai Sumbangkan Rp700 juta untuk Tangani COVID-19

Menurut dia, pihak kontraktor pelaksana proyek sudah membuat surat pernyataan bahwa bersedia menyelesaikan pekerjaan tersebut hingga 30 Januari 2020.*

 

 

(gt)