Jelang Pilkada, Herwin Mengaku Diterpa ‘Black Campaign’ Isu SARA

oleh -290 views
BINCANG RINGAN: Bupati Banggai Herwin Yatim saat berbincang dengan camat Mantoh ketika menuju lokasi kegiatan di Lapangan Desa Sulubombong, Minggu (5/1/2020). [SANGALU/ Humas Pemda]

SANGALU, Mantoh – Jelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah, Bupati Banggai Herwin Yatim mengaku dirinya mulai diterpa isu berbau SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar golongan). Itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan ‘Pesta Perak, 25 tahun Frater Cyprianus Angkadai CMM’ di lapangan Desa Sulubombong, Kecamatan Mantoh, Minggu (5/1/2020).

Dalam sambutannya, Herwin menjelaskan situasi daerah yang tetap kondusif hingga saat ini harus terpelihara dengan baik. Ia mengatakan meski dalam kehidupan bermasyarakat kita berbeda, namun semua disatukan oleh falsafah bangsa, yakni Pancasila.

“Beberapa tahun terakhir kerukunan antar umat beragama telah terjalin sangat baik. Ini yang harus kita jaga bersama,” ungkap Herwin seperti rilis yang dikirim Indra Kurniawan, pegawai Humas Setda Banggai kepada sejumlah awak media, Senin (6/1/2020) sekira pukul 01.30 Wita.

Baca juga:  Tancap Gas! Koalisi Parpol Pengusung Obama - Heppy Rapat Perdana

Herwin kemudian menyentil bahwa tahun ini, Kabupaten Banggai akan kembali menggelar pemilihan kepala daerah. Momen seperti itu, kata Herwin, biasanya akan banyak bermunculan kampanye hitam (black campaign).

“Yang mulai santer hari ini ialah, Herwin Yatim adalah pendatang bukan orang asli daerah. Hal semacam ini sangat intoleransi,” pungkasnya.

Padahal, kata Herwin, para founding father bangsa Indonesia tidak menginginkan perpecahan oleh isu semacam itu. Ia kemudian mengajak agar semua masyarakat menjaga suasana demokrasi yang baik dan beretika.

Baca juga:  Bertandang ke Sekret Nasdem, Amir Tamoreka 'Dicueki'

“Apabila ada yang kurang baik, ayo segera kita perbaiki. Untuk yang kurang baik sampaikan secara terbuka. Sampaikan kepada kami, pemimpin daerah saat ini. Saya bersama pak wakil bupati selalu membuka diri,” ungkapnya.

Herwin bahkan memersilahkan jika ada orang yang sangat ingin menjadi bupati. Meski begitu, Ia mengingatkan bahwa semua rencana manusia akan terjadi bila Tuhan berkenan dan meridhoi.

“Kalau ada yang mau jadi bupati, dan mau sekali jadi bupati, silahkan! Asal Tuhan berkenan dan meridhoi,” tandasnya.

Baca juga:  Pastikan Kader NasDem Bergerak, Batia Konsolidasi ke DPC Nambo

Tak hanya itu, Herwin juga mengingatkan kepada masyarakat yang ingin maju menjadi kandidat kepala daerah. Menurutnya, saat ini masyarakat Kabupaten Banggai sudah cerdas dan paham soal politik uang. Oleh karena itu, Ia mengingatkan agar tetap menjaga ketertiban masyarakat sejak dulu.

“Jangan memaksa. Apabila terlalu memaksakan diri maka omongan yang keluar nantinya adalah kebusukan-kebusukan, kebohongan-kebohongan, dan materi-materi yang dijanjikan kepada rakyat,” pungkasnya.*

 

 

(van)