Dikejar Massa, Pemuda Kelahiran Malaysia Hilang di Laut Moilong

oleh -3.222 views
Masyarakat Desa Tou, Kecamatan Moilong saat ikut melakukan pencarian terhadap Firman (29), warga setempat yang dinyatakan hilang, Selasa (21/1/2020). [SANGALU/ Koramil Batui]

SANGALU, Moilong – Seorang pemuda berusia 29 tahun dinyatakan hilang di perairan Desa Tou, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu (19/1/2020) dini hari.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa pemuda bernama Firman alias Mang (29), warga Desa Tou, Kecamatan Moilong menghadiri pesta pernikahan di wilayah itu.

Saat pesta usai dan masuk acara hiburan, Firman berselisih paham dengan pemuda setempat dan terjadilah keributan. Sekelompok pemuda yang melihat kejadian itu tak terima terjadi keributan karena ulah Firman.

Baca juga:  Tandalo Hills Makin Indah, Ada Lapangan Futsal dari APBD

Mereka pun berdebat dan keonaran kian ramai, Firman yang merasa terpojok berupaya menghindar. Massa yang kadung emosi dengan kelakuan Firman pun mengejar. Pria kelahiran Malaysia itu pun lari ke arah pantai Desa Tou dan berenang ke laut. Hingga akhirnya Ia tak terlihat dari pantai.

Masyarakat yang melerai pun menunggu Firman di tepi pantai. Sayang, hingga Senin 20 Januari 2020 pukul 07.00 Wita, Firman tak juga muncul.

Masyarakat yang khawatir pun melaporkan kejadian itu kepada Babinsa Tou, Kopka Feny Kumolontang, yang langsung memastikan ke tempat kejadian.

Baca juga:  Deklarasi KNPI versi Abdul Azis, Rizal: Penguatan OKP atau Upaya Perlawanan?

Seharian melakukan pencarian dan tak membuahkan hasil, pada Selasa 21 Januari 2020 sekira pukul 08.30 Wita, Kopka Feny Kumolontang kemudian melapor ke Danramil Batui.

Danramil Batui lalu berkoordinasi dengan Polsek Toili sektor Moilong dan Aparat Desa setempat. Aparat kepolisian kemudian mengumpulkan informasi terkait keributan yang terjadi saat pesta pernikahan berlangsung.

Hasil pencarian sementara tim gabungan belum menemukan korban. Mereka hanya menemukan celana panjang, handphone, dompet berisi uang Rp400 ribu milik korban. Pada pencarian hari ini, tim gabungan hanya menemukan sepatu korban, namun Firman belum ditemukan.

Baca juga:  Dua Pasangan Bukan Suami Istri, Digelandang Polisi

Keterangan sejumlah warga Desa Tou, mengungkapkan bahwa Firman bukan warga asli Kecamatan Moilong. Ia diketahui adalah pendatang dari wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Meski begitu, mereka mengakui bahwa korban sudah lama berdomisili di Desa Tou, Kecamatan Moilong.*

Baca juga: Hilang di Laut Moilong, Firman Ditemukan Tak Bernyawa

(van)