Danrem Minta Jurnalis Berperan Jaga Keamanan di Pilkada 2020

oleh -112 views
Danrem 132 Tadulako, Kolonel Inf. Agus Sasmita saat memaparkan potensi gangguan keamanan pada tahapan Pilkada 2020 kepada Insan Pers, Jumat (17/1/2020) di Aula Songgolangi Makorem 132/Tdl.[SANGALU/ Steven Pontoh]

SANGALU, Palu – Komandan Korem 132 Tadulako, Kolonel Infanteri Agus Sasmita meminta kepada insan media agar dapat bersinergi dengan TNI-Polri dalam menjaga keamanan pada pelaksanaan Pilkada serentak di Sulawesi Tengah.

Ia memaparkan setidaknya ada tujuh kabupaten, satu kota dan satu provinsi yang akan melaksanakan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah ini. Melihat banyaknya wilayah yang akan melaksanakan pilkada, Agus Sasmita mengatakan potensi gangguan keamanannya cukup tinggi.

“Ini sangat berbeda dengan momen pilpres kemarin. Kalau pilpres, paslonnya itu jauh dari sini. Tapi kalau pilkada itu kedekatan emosionalnya sangat kuat,” kata Danrem Agus Sasmita pada momen coffe morning bersama jurnalis se Kota Palu.

Baca juga:  Matangkan Persiapan Seleksi, Kodim 1308 LB Godok 357 Secaba Prajurit Karir

Berdasarkan pengalaman, potensi gangguan keamanan itu terkadang akan muncul data tidak akurat dan daftar masyarakat tidak terdaftar sebagai pemilih di tahapan penetapan DPT.

Isu lainnya, saat penyebaran logistik pemilu biasanya muncul isu soal kualitas/kuantitas, kerusakan termasuk kelebihan dan kekurangan surat suara. Di tahapan masa tenang pun biasanya muncul isu politik uang, serangan fajar, kampanye terselubung hingga keributan.

Di masa kampanye juga biasanya akan muncul isu soal alat peraga provokatif, black campaign, politik uang, selebaran gelap, bentrok antar massa paslon, sabotase APK dan lainnya.

“Inilah contoh-contoh potensi gangguan keamanan yang kami petakan berdasarkan pada pengalaman pengamanan pilkada selama ini,” ungkap Kolonel Agus Sasmita.

Melihat berbagai potensi pada tahapan di atas, maka Danrem 132 Tadulako meminta kepada Insan Pers untuk mengambil peran dalam mengedukasi masyarakat. Meskipun terkait politik uang, kata Danrem, masyarakat masih sulit untuk disadarkan.

Baca juga:  Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Sulteng Dinyatakan Sembuh

Namun, jika menemukan adanya indikasi politik uang maka hal itu wajib dilaporkan ke Bawaslu. Sebab, politik uang juga bagian dari potensi gangguan keamanan.

“Berita bohong, adu domba dan lainnya yang bernuansa memecah belah persatuan agar dapat sesegera mungkin di filter atau disampaikan ke masyarakat terkait kebenarannya,” terangnya.

Agus Sasmita mengaku Sulawesi Tengah ini sangat luas, namun jika potensi gangguan keamanan tidak ditangani dengan serius maka akan membuat dunia kita jadi sempit. Sebab, kemana-mana akan muncul rasa takut dan lainnya.

Baca juga:  Panitia CPNS Balut Diapresiasi, Peserta Ujian CAT Mengaku Nyaman dan Aman

“Oleh karena itu mari bersinergi menjaga keamanan pada pelaksanaan pilkada 2020 ini. Harapan kita, awak media dapat membantu melalui berita benar dan mengedukasi,” harapnya.

Ia juga menekankan jika dalam pelaksanaan tugas sebagai jurnalis menemukan adanya indikasi anggota TNI yang terlibat politik praktis agar segera melaporkan langsung ke dirinya. Dengan begitu, pihaknya akan segera menindaklanjuti agar tidak menimbulkan pemberitaan yang buruk untuk TNI.

Harapan terbesar, menurut Agus adalah tahapan Pilkada 2020 dapat berjalan dengan aman dan samai, serta mampu menghasilkan pemimpin yang amanah dan mampu mensejahterakan warganya.*

 

 

(van)