BPD Awu Sorot Potensi Penyimpangan Anggaran Pansinmas

oleh -61 views
TAK TERPAKAI: BPD Awu membeberkan sejumlah ketimpangan dalam pengelolaan anggaran di desa Awu. Seperti dalam program Pansimas, rumah layak huni, dan lainnya. Nampak, salah satu indikasi ketimpangan dalam pansimas, yakni dengan tak terpakainya 180 batang pipa yang ditelantarkan begitu saja.[SANGALU/ Ist]

SANGALU, Luwuk Utara – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Awu, kecamatan Luwuk Utara, menduga telah terjadi penyimpangan dalam penggunaan anggaran pengadaan air bersih dalam program Pansimas, di desa itu. Hal itu disampaikan ketua dan anggota BPD Awu, Kamis (9/1) kemarin.

Selain dugaan tersebut, BPD Awu juga membeberkan sejumlah ketimpangan lainnya yang ada di desa tersebut, dimana peran BPD terkesan dikangkangi kepala desa Awu, untuk menutupi hal ini.

Ketua BPD Roy Yalume, mewaliki seluruh anggota BPD Awu, mengatakan jika indikasi pertama penyimpangan pengadaan air bersih program Pansimas itu, dengan adanya 180 batang pipa PVC 1,5 inch, yang hanya disimpan terlantar atau tak digunakan, di balai desa Awu. Padahal, 180 batang pipa tersebut jika dirupiahkan, tentunya dengan harga yang cukup fantastis.

Baca juga:  Tandalo Hills Makin Indah, Ada Lapangan Futsal dari APBD

“Kami dari BPD telah menanyakan, mengapa seratus delapan puluh batang pipa itu tidak digunakan. Oleh pihak pemerintah desa, bahkan oleh kepala desa, dikatakan jika pipa-pipa tersebut memang tak jadi digunakan. Kemudian hanya sebagai cadangan, jika ada pipa yang rusak,” sebut Roy.

Kedua, dalam penyampaian fasilitator Pansimas, dalam hal ini Sekdes Awu, disebutkan Roy Yalume pernah memberikan keterangan ke BPD. Bahwa dalam program pansimas di Awu, telah dirancang pemasangan pipa di dua jalur sisi jalan untuk masyarakat. Namun kemudian, realita tak demikian dengan alasan yang tidak jelas.

“Pengadaan air bersih dalam program pansimas ini, tak sepenuhnya dirasakan warga Awu. Terus saja bermasalah, dan hanya baru-baru ini, mulai kembali mengalir,” ungkap ketua BPD.

Baca juga:  Jalan Berlubang di Desa Bunga, Punya Siapa?

Indikasi ketiga penyimpangan program tersebut, adalah kenyataan bahwa jaringan pipa yang diklaim sebagai pengadaan baru dalam program Pansimas, merupakan fiktif semata. Karena jaringan pipa yang digunakan merupakan jaringan pipa yang sebenarnya telah ada sebelumnya, dari program PNPM dan PNPM Mandiri di tahun 2014 hingga 2017.

“Omong kosong jika dikatakan ini pengadaan baru. Jaringan pipa tersebut sudah ada sebelumnya. Lalu diklaim baru. Hanya sebagian kecil yang diganti. Pada dasarnya semuanya fiktif,” tandas Roy Yalume.

Anggaran dalam program Pansimas yang digelontorkan ke Pemerintah desa Awu, disebutkan juga ketua BPD bahwa sepengetahuan mereka, dari Pemda melalui Dinsos pada 2018, berjumlah 454 juta. Yang juga mendapatkan bantuan dana dari seluruh masyarakat Awu, sejumlah 72 ribu perorang. Dan suntikan dana desa sebesar 64 juta.

Baca juga:  Positif COVID-19 Banggai Bertambah 3 Orang, Total 18 Orang

“Yang sulitnya mengapa di desa Awu ini kacau, karena seluruh penggelolaan anggaran desa itu ditutup oleh Kepala Desa. Kami BPD, yang seharusnya dilibatkan, tak diberi kejelasan sama sekali. Tak ada transparansi,”ucap Roy lagi.

Bukan hanya program Pansimas, oleh BPD Awu, ketimpangan-ketimpangan lainnya dalam pengelolaan anggaran desa Awu juga disebutkan cukup banyak. Seperti program rehab rumah layak huni, honor BPD, honor Imam, serta lainnya.

“Kami sudah pernah melaporkannya ke Inspektorat dan BPMPD. Tak katanya belum bisa dilakukan pemeriksaan dengan sejumlah alasan. Sehingganya, kami berharap melalui media, inspektorat dan BPMPD, bisa turun untuk lakukan pemeriksaan,” tandas Roy.*

 

(jy)