Banjir Rob Terjang Bunta, Sejumlah Rumah Warga Terendam

oleh -8.244 views
TERJANG PEMUKIMAN: Sejumlah warga menyaksikan banjir rob menerjang tanggul penahan ombak di Kelurahan Bunta I, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Minggu (12/1/2020). [SANGALU/ Ist]

SANGALU, Bunta – Banjir rob menerjang wilayah Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Minggu (12/1/2020). Air laut yang awalnya tak sampai ke pemukiman, kini naik dan menerjang penahan ombak.

Informasi yang dihimpun menyebutkan terjangan ombak cukup keras hingga mampu melewati pengaman pantai.

Kejadian itu dimulai sejak puk 17.50 Wita, air laut disertai ombak menerjang pemukiman warga di kompleks Muara, Kelurahan Bunta I.

Fenomena alam yang datang mendadak itu membuat unsur Forum Koordinasi  Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) menginstruksikan seluruh warga di pesisir pantai untuk menjauh.

Baca juga:  Kapolres Banggai Pimpin 'Sapa Kasih' di SSC Luwuk

Dengan harapan, agar masyarakat terhindar dari banjir rob yang tengah berlangsung di wilayah Bunta.

Sebagian warga terlihat mengungsi dengan membawa sebagian barang berharganya agar tak terkena imbas banjir rob.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai kejadian ini. Meski begitu, kejadian yang sama sebenarnya juga terjadi di wilayah lain di Sulawesi Tengah.

Banjir rob yang terjadi di Desa Tompe, Sirenja Barat, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah juga menggenangi rumah warga, Sabtu (11/1/2020). [SANGALU/ Ist]

Banjir Rob di Donggala

Tak hanya di Bunta, banjir rob juga menerjang empat desa di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (11/1/2020) sore seperti dilansir detikcom. Desa-desa yang terdampak yakni Tanjung Padang, Lompio, Tompe, dan Dampal.

Baca juga:  Razia Pabrik Cap Tikus, Polsek Bunta Musnahkan Puluhan Liter Saguer

Menurut kesaksikan warga setempat air laut mulai pasang dan memasuki permukiman sekitar pukul 16.30 Wita hingga pukul 17.00 Wita.

Jarak bibir pantai dan air yang masuk ke permukiman sejauh 500 meter dengan ketinggian lebih dari 1 meter.

“Pasang mulai dari sore tadi. Warga sudah siap-siap evakuasi barang-barang dari dalam rumah,” kata Hasdal (28), warga Desa Tanjung Padang.

Hingga pukul 19.30 Wita, warga di empat desa tersebut masih bersiaga untuk mengantisipasi rob atau naiknya permukaan air laut.

Baca juga:  Pesta Miras, Polisi Amankan Lima Warga Bunta, Dua Diantaranya Wanita

“Di Desa Tanjung Padang belum ada petugas dari manapun yang datang. Warga tetap waspada peningkatan pasangnya,” kata Hasdal.

Sementara itu, Sekretaris Desa Tanjung Padang, Akbar mengatakan bahwa banjir rob yang menerjang desanya kali ini merupakan yang terparah.

“Rob ini yang terparah. Di Kecamatan Sirenja, sebelumnya hanya dua desa yang terkena rob, sekarang ada empat desa,” kata dia.*

(van)