ATM Centre Kosong, Tanda Perputaran Ekonomi Daerah Melemah?

oleh -482 views
KOSONG: Kondisi ATM Centre di dalam area Luwuk Shopping Mall, Minggu (5/1/2020). [SANGALU/ Steven Pontoh]

SANGALU, Luwuk – Sejak akhir tahun 2019, perlahan tapi pasti satu persatu bilik Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang ada di kawasan Luwuk Shopping Mall (LSM) kosong. Terakhir, mesin ATM milik Bank Sulteng di awal tahun 2020 menarik diri.

Praktis, dari total 8 bilik ATM di kawasan LSM semuanya kosong. Padahal sebelumnya, bilik-bilik tersebut diisi oleh sejumlah bank ternama di Indonesia. Beberapa bank yang sempat menghuni bilik ATM Centre LSM antara lain; Bank Mandiri Syariah, Bank BRI, Bank Sulteng, Bank Mandiri dan Bank BNI.

Kini, tempat yang biasanya ramai dikunjungi nasabah bank tersebut kosong. Apakah ini pertanda perekonomian Kabupaten Banggai melemah? Ternyata tidak, sebab masih terlihat beberapa orang datang dan mengintip ke setiap bilik ATM. Namun, mereka hanya menemukan ruang kosong.

Baca juga:  Kapolsek Bunta dan Anggota Bersihkan Pohon Tumbang di Jalan Trans Sulawesi

Beberapa rumor muncul dengan kosongnya ATM Centre yang notabene ada di pusat keramaian itu. Salah satunya, disebut-sebut bahwa biaya sewa tempat yang melonjak. Hanya saja, rumor itu sempat terbantahkan.

Sumber terpercaya menyebut bahwa biaya sewa masih tetap sama. Hanya saja, pihak bank meminta agar pintu ATM Centre diarahkan ke depan jalan.

“Karena kalau orang mau ambil uang dia harus jalan masuk lagi. Itu yang kemudian mendorong pihak bank meminta agar dibalik pintunya menghadap jalan,” terang MK, sumber yang enggan disebut namanya, Minggu (5/1/2020).

Karena permintaan itu tak disepakati managemen LSM, sejumlah bank kemudian menarik mesin ATM-nya. Itulah yang menyebabkan kekosongan mesin ATM di ATM Centre milik LSM.

Ari, salah satu pegawai bank di Kota Luwuk juga memberikan tanggapannya. Menurut dia, kekosongan itu bukan karena adanya biaya sewa. Tapi, sejumlah bank mulai mengirit biaya operasional.

Baca juga:  Terapkan New Normal, Bupati Persilahkan Buka Kembali Rumah Ibadah

“Saat inikan sudah hampir semua bank bermitra. Sehingga satu ATM bisa melayani semua kartu debit dari bank mana saja. Itulah kenapa banyak mesin ATM yang dicabut dan dirumahkan,” kata Ari.

Pria maskulin ini memberi contoh, sejumlah ATM milik Bank BRI yang dahulunya merajai sudut kota Luwuk dan kini perlahan hilang.

“Coba lihat ATM BRI, sudah banyak yang kosong kan? Ya, buat apa juga dia simpan mesin ATM banyak-banyak kalo sudah ada ATM bersama di dekat situ,” terangnya.

Baca juga:  PH Ungkap Pembobolan Dana Nasabah BSM Luwuk, Ini Kronologisnya

Dengan adanya sejumlah ATM Bersama, maka nasabah bank apapun yang telah bekerjasama dapat menarik uang di mesin ATM berlabel ATM Bersama.

Terpisah, Dodi, salah satu pengunjung warkop Jie di LSM mengaku sangat menyangkan kekosongan mesin ATM di kawasan LSM. Menurutnya, pusat keramaian dengan banyak warkop dan adanya pasar malam sejatinya harus memiliki mesin ATM.

“Harusnya ada mesin ATM yang beroperasi di sini. Karena ini tempat ramai dan orang terkadang lupa bawa uang cash. Sangat disayangkan situasi ini,” ungkapnya.

Ia berharap ke depan, ada solusi dari managemen LSM sehingga ATM Centre dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya.*

(van)