Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi, UMK Banggai Terendah

oleh -427 views
Ilustrasi [SANGALU/ google.com]

SANGALU, Luwuk – Patut berbangga, kabupaten Banggai menjadi daerah dengan laju pertumbuhan tertinggi se Sulawesi Tengah, bahkan 2017 lalu menduduki peringat ketiga se Indonesia. Sayang, pengupahan bagi pekerja di daerah ini, masih belum mampu diimbangi dalam laju pertumbuhan itu.

Sesuai SK Gubernur Sulteng, nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) Banggai tahun 2020, ditetapkan sebesar Rp 2.343.970,-. Hanya naik sebesar Rp 183.828,- dari UMK 2019 senilai Rp 2.160.142,-.

Angka itu berada di bawah hampir seluruh UMK kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Dimana kabupaten tetangga, Morowali, malah menjadi kabupaten dengan nilai UMK tertinggi 2020. Dengan nilai Rp Rp2.768.593,-.

Baca juga:  Tak hanya Listrik, Tagihan Air juga bisa Gratis

Disusul kota Palu sebesar Rp2.620.989,-. Kabupaten Buol sebesar Rp2.585.674,-. Kabupaten Poso Rp2.503.734,-. Kabupaten Parigi Moutong sebesar Rp2.445.950,-.Kabupaten Tolitoli Rp2.345.095,-. Kabupaten Morowali Utara sebesar Rp 2.307.159. Sedangkan kabupaten lainnya mengikut pada UMP karena belum adanya dewan pengupahan.

Kabupaten Morowali Utara sendiri, meski di angka Rp 2.307.159, namun telah diberlakukan upah minimum sektoral. Karena adanya sektor unggulan di daerah itu, yakni perkebunan dan pertambangan. Untuk sektor perkebunan, upah minimun sektoral sebesar Rp 2.712.700. Dan sektor pertambangan Rp 2.767.000.

Baca juga:  Gempa Teluk Tolo Dipicu Sesar Aktif

Sektor unggulan yang sebenarnya juga terdapat di kabupaten Banggai. Setara atau bahkan mungkin lebih tinggi, dibanding Morowali Utara.

Dalam pengajuan nilai UMK, daerah yang telah memiliki dewan pengupahan, mempunyai wewenang melakukan penyusunan untuk diserahkan dan ditetapkan Gubernur nantinya.

Dengan merujuk pada aturan, penetapan upah minimum didasarkan pada Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dengan memperhatikan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

Dengan penghitungan didasarkan pada Kebutuhan Hidup Minimum (KHM). Dimana pengukuran KHM merujuk pada komponen makanan dan minuman, perumahan dan fasilitas, sandang, kesehatan dan estetika, dan aneka kebutuhan.

Baca juga:  11 Smelter di Sulteng Justru Rugikan Daerah

Lalu mengapa daerah kita Kabupaten Banggai, yang menjadi daerah dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi, dengan KHL dan KHM yang juga terus meningkat seiring perkembangan perekonomian, malah justru menjadi daerah dengan pengupahan terendah?

Tentu saja, jawaban itu hanya bisa dijawab oleh dewan pengupahan dan pemerintah daerah itu sendiri. Apa alasannya, sehingga pekerja di daerah kaya ini, belum bisa merasakan kekayaan daerah itu dalam bentuk upah yang lebih layak.*

(jy)