Hama Ulat Serang Pertanian Jagung di Bualemo

oleh -110 views

SANGALU, Bualemo – Musim panas belum lama ini punya nilai positif tersediri bagi para petani jagung di Kecamatan Bualemo. Betapa tidak, dengan musim panas berkepanjangan itu banyak petani jagung yang berkesempatan membuka lahan luas.

Alhasil, saat mulai penghujan turun belakangan ini mereka mulai menanam jagung sebagaimana pada unumnya. Tentu saja mereka merasa senang karena masing- masing petani jagung memiliki lahan yang cukup luas.

Sayang kegembiraan para petani jagung itu tidak berbanding lurus dengan kondisi alam yang ada. Betapa tidak beberapa minggu paska tanam, rata-rata tanaman jagung warga mulai di serang hama ulat.

Baca juga:  Banjir Kepung Sejumlah Wilayah di Kabupaten Banggai

Beberapa petani bahkan kembali menyemprot tanaman jagungnya dengan racun pembakar. Harapannya, agar dapat ditanami kembali beberapa minggu kemudian.

“Ia saya punya saya so semprot ulang, so kuning ulang depe daun gara-gara di gosoknya ulat”, ujar Jajan salah satu petani jagung di Desa Bualemo A.

Hal senada disampaikan Surjan, salah satu petani jagung di Desa Sampaka. Menurut dia, saat ini petani jagung memang banyak yang kecewa. Alasannya, tak sedikit lahan warga yang sudah di tanami jagung, di serang hama ulat.

“Ini yang tanam wijen yang pas, kalu torang yang tanam jagung, abis so disikatnya ulat”, katanya tertunduk lesuh.

Sunandar, salah satu penyuluh pertanian di Kecamatan Bualemo saat ditemui tak menampik keluhan warga tersebut. Menurutnya beberapa lahan warga memang ada yang sudah diserang hama ulat.

Baca juga:  Bertambah Satu, Total Positif Covid-19 di Banggai jadi 10 Orang

“Sebagain sudah memang sudah di serangulat, mudahan tidak berlangsung lama”, jelasnya.

Pihaknya, kata sunandar, terus memantau perkembangan hama ulat itu. Apalagi, selepas itu hama belalang juga perlu di waspadai oleh para petani jagung.

“Abis ini yang perlu dijaga adalah hama belalang,” tandasnya.

Pada ksempatan yang sama Kepala Desa Sampaka, Munawir Kunjae, menyampaikan sangat prihatin dengan hama ulat yang menyerang petani. Olehnya, Ia menyarankan bagi petani yang belum sempat menanam agar dapat mencari benih lain yang cocok dengan kondisi alam saat ini.

Baca juga:  Valencia Menang Dramatis di Injury Time

“Misalnya, kalau takut jagung terserang hama ulat ini, tanam wijen atau tanam-tanaman lain yang cocok dengan kondisi alam saat ini,” katanya.

Bisa jadi faktor kondisi geografis saat ini menjadi pemicu adanya beberapa hama yang belum sempat terdektksi sebelumnya. Olehnya, pemilihan jenis benin bibit menjadi penting.

“Yang penting menanam, apalagi sekarang rata- rata lahan warga banyak yang luas. Itu semua harus terisi tanaman,” tutupnya.*

 

(rdk)