Bea Cukai Luwuk Musnahkan Rokok dan Minuman Ilegal

oleh -145 views
MUSNAHKAN ROKOK: Rokok ilegal hasil sitaan Bea Cukai Luwuk dimusnahkan dengan cara dibakar, Selasa (10/12/2019). [SANGALU/Steven Pontoh]

SANGALU, Luwuk – Kantor Bea dan Cukai Luwuk menggelar pemusnahan barang kena cukai ilegal, hasil razia. Pemusnahan barang bukti yang dilaksanakan di halaman kantor Bea dan Cukai Luwuk tersebut sekaligus dirangkaikan dengan pencanangan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi.

Kepala Bea Cukai Luwuk, Sigit Santosa pada kegiatan itu mengungkapkan sebanyak 1.233.688 batang rokok ilegal dengan berbagai merk serta 139 botol minuman impor ilegal dimusnahkan. Taksiran nilai barang bukti tersebut sebesar Rp637,624,000 dengan potensi kerugian negara sebesar Rp412,857,250.

“Barang kena cukai ilegal yang dimusnahkan ini adalah hasil penindakan oleh Bea Cukai Luwuk periode Agustus 2017 hingga Juni 2019,” kata Sigit, Selasa (10/12/2019).

Baca juga:  871 Kendaraan Dinas di Banggai Tunggak Pajak

BARANG ILEGAL: Petugas Bea Cukai Luwuk mengangkut rokok dan minuman ilegal yang akan dimusnahkan, Selasa (10/12/2019). [SANGALU/ Steven Pontoh]
Dampak positif yang diharapkan dari pengawasan Bea Cukai terhadap peredaran Barang Kena Cukai (BKC) baik rokok maupun MMEA (Minuman Mengandung Ethil Alkohol) ilegal adalah: pengamanan penerimaan negara dari sektor cukai, kemudian melindungi masyarakat atas rokok ilegal dari sisi kesehatan dan perlindungan konsumen (termasuk melindungi produsen rokok legal), dan melindungi masyarakat dari dampak sosial yang negatif dari konsumsi minuman keras.

“Kami juga berterima kasih atas peran masyarakat dan stakeholder sehingga bea cukai mendapatkan nilai 4,8 dari skala 5, hasil peniaian pelayanan masyarakat,” ungkap Sigit.

Baca juga:  Mobil Terperosok ke Sungai di Bunta, Dua Tewas

Ia juga menjelaskan bahwa Kantor Bea Cukai Luwuk memiliki wilayah pengawasan terhadap peredaran BKC yang beredar di empat kabupaten yakni; Kabupaten Banggai, Kabupaten Banggai Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut dan Kabupaten Tojo Una-Una.

Selain melakukan penindakan, Bea Cukai Luwuk juga melakukan sosialisasi tentang peraturan di bidang cukai kepada masyarakat, dengan bersinergi bersama pemerintah daerah dengan menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan Pajak Rokok.

Bupati Banggai, Herwin Yatim juga menegaskan bahwa DBHCHT dari cukai yang diserahkan pemerintah provinsi Sulawesi Tengah setiap tahunnya mencapai Rp9 miliar. Dana itu yang kemudian digunakan Pemda Banggai untuk menanggulangi masyarakat miskin lewat BPJS.

Baca juga:  Mayat Perempuan Ditemukan Membusuk di Pondok Kebun

“Jadi kalau cukai ini jalan baik maka pendapatan daerah dari dana bagi hasil cukai bisa lebih tinggi juga. Dengan begitu, bantuan pada masyarakat juga bisa lebih baik,” pungkasnya.

ZONA INTEGRITAS: Kajari Banggai, Masnur SH, MH, saat menandatangani zona integritas Bea Cukai Luwuk, Selasa (10/12/2019). [SANGALU/ Steven Pontoh]
Setelah pemusnahan barang bukti barang kena cukai ilegal tersebut, Kantor Bea Cukai Luwuk juga melaksanakan pencanangan zona bebas korupsi. Kegiatan itu diikuti penandatanganan dukungan dari stake holder dalam papan informasi zona integritas.*

 

(van)