Lagi, Pasar Simpong Terbakar

oleh -180 views
LUDES TERBAKAR: Sejumlah kios/lapak di Pasar Simpong ludes terbakar, Rabu (27/11) malam sekira pukul 21.30 Wita. [SANGALU/ Bua]

SANGALU, Luwuk – Untuk kesekian kalinya pasar tradisional terbesar di Kabupaten Banggai, yakni Pasar Simpong terbakar. Api yang diduga dari korsleting listrik di sebuah kos-kosan dengan cepat melahap bangunan kios dan lapak yang terbuat dari kayu, Rabu (27/11) malam sekira pukul 21.00 Wita.

Api berhasil menghanguskan sejumlah kios pedagang sebelum akhirnya petugas pemadam kebakaran datang. Armada pemadam kebakaran mengalami kesulitan untuk masuk ke lokasi dikarenakan banyaknya warga dan parkiran kendaraan di sepanjang jalan masuk.

Meski begitu, armada berhasil masuk melalui jalur pantai Maahas. Mereka pun bergegas memadamkan api di bantu warga. Sementara, sebagian besar warga yang datang terlihat hanya menonton dan sebagian lagi sibuk mengabadikan dengan handphone-nya.

Baca juga:  Soal Rekomendasi TMS, Herwin Yatim: Apa sih yang Bawaslu Provinsi Inginkan?

Belum diketahui pasti berapa jumlah kerugian materil akibat dari kebakaran. Hanya saja, sekira 6 lapak/kios, 13 kamar kos dan satu rumah warga terbakar.

“Api sudah padam. Sekarang tinggal pembersihan. Ada 6 kios dan 13 kamar kos dan satu rumah terbakar,” kata Baharuddin L. Agi, pedagang Pasar Simpong.

Sebelumnya, Selasa (26/11) malam kebakaran juga melanda lima rumah warga di Kelurahan Soho. Tiga rumah diantaranya ludes dilahap si jago merah. Sementara tiga lainnya berhasil dipadamkan sebelum hangus seluruhnya.

Baca juga:  Mengamuk bawa Parang, Pemuda Moilong Dijemput Polisi

 

Armada Damkar Usang

Informasi dari salah satu petugas pemadam kebakaran, saat terjadi kebakaran di Pasar Simpong, dua armada tidak dapat digunakan karena rusak. Itu terjadi karena armada damkar sudah usang.

Sementara, pengadaan mobil pemadam baru dilakukan sekali, pada tahun lalu. Sumber juga menjelaskan armada yang ada saat ini hanya satu yang masuk kategori standart nasional Indonesia (SNI). Selebihnya, seyogyanya sudah tak layak namun tetap dipaksakan karena tak ada pengadaan armada baru.

Baca juga:  Jumat Bersedekah, Berbagi Rezeki tanpa Syarat

“Kita sebenarnya butuh dua lagi yang SNI. Sehingga armada yang lainnya bisa digunakan sebagai armada suplai air,” ungkap sumber terpercaya ini.

Meski begitu, Ia mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada pengambil kebijakan terkait penilaian armada pemadam kebakaran yang ada saat ini.*

 

(van)