Pemuda Muhammadiyah Toili Sorot Penertiban Jeriken di SPBU Singkoyo

oleh -387 views
PENGURUS Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Toili usai memberikan tanggapan terkait penertiban jeriken di SPBU Singkoyo, beberapa hari lalu.[Foto: SANGALU/ Bayu]

SANGALU, Toili – Sikap tegas Kapolsek Toili, Iptu Chandra dalam penertiban jeriken di SPBU Singkoyo, menuai sorotan Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Toili, Heri Abdulrahman. Menurutnya, perlu ada kajian khusus terkait penertiban itu sehingga tidak merugikan masyarakat kecil, utamanya mereka yang bermukim jauh dari lokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Abdulrahman mengungkapkan pihaknya sangat mendukung penertiban yang dilakukan aparat kepolisian, tapi dengan beberapa catatan. Mafia BBM memang perlu ditertibkan mengingat di Kecamatan Toili dan sekitarnya kerap terjadi kelangkaan BBM dan antrean panjang di SPBU karena adanya jeriken dan mafia BBM.

“Karena antrean panjang di SPBU, akhirnya di pengecer pun harga naik. Untuk sikap itulah kami apresiasi apa yang sudah dilakukan aparat kepolisian polsek Toili dengan penertiban,” katanya, Sabtu (5/10/2019).

Baca juga:  Polsek Toili Amankan Sejumlah Sepeda Motor dan Sajam

Hanya saja, beberapa kajian perlu dilakukan agar penertiban BBM tersebut dapat memberikan keadilan bagi para pengecer dan masyarakat kecil yang bermukim jauh dari lokasi SPBU, seperti kecamatan Toili Barat. Masyarakat kecil yang membutuhkan BBM satu atau dua liter menurutnya tidak mungkin harus ke SPBU yang jaraknya cukup jauh. Oleh karena itu, perlu ada kajian khusus bagi mereka.

“Kan tidak mungkin mereka harus ke SPBU, misalkan yang dari Toili Barat. Jauh ke SPBU. Selain itu, yang diuntungkan juga mafia BBM yang memiliki roda empat jika penertiban hanya menyasar jeriken,” ungkapnya.

Baca juga:  Mencuri di Palu Timur, HJ Ditangkap di Toili

Abdulrahman mengaku yang perlu dipertegas adalah pengawasan terhadap oknum pihak SPBU. Sebab, selama ini kerap terjadi penyalahgunaan BBM Subsidi karena pengawasan dari pihak SPBU yang kurang maksimal. Ia juga menyarankan agar ada penertiban bagi penjual eceran yang dianggap memiliki modal besar.

“Bagi pemilik modal besar untuk dihentikan penjualan bensin ecerannya. Bila perlu diberi sanksi bagi yang tetap berjualan. Sedangkan masyarakat kecil diberi kebijaksanaan tetap berjualan, sebab di lapangan kami mencurigai adanya mafia BBM yang memiliki modal besar dan mereka memasok BBM ke pedagang-pedagang kecil,” paparnya.

Sebagai saran, Abdulrahman memberikan solusi terhadap pengawasan di SPBU dengan sistem kartu atau menggunakan ID Number yang secara otomatis tercatat khusus. Sehingga pembeli BBM tidak dapat mengakali. Sebab, kapasitas dan jumlahnya sudah teregistrasi. Untuk pelayanan petani dan nelayan juga masih sulit pengawasannya karena beluma danya SPBU khusus nelayan dan petani di wilayah Toili.

Baca juga:  Kunker ke Luwuk, Kapolda Sulteng Temui Tomundo Banggai

“Jadi saran kami jeriken tetap dilayani tapi dengan catatan dan pengawasan yang baik dari aparat dan pihak SPBU,” tutupnya.*

(bayu)