Mayat Perempuan Ditemukan Membusuk di Pondok Kebun

oleh -1.369 views
MEMBUSUK: Warga bersama pihak kepolisian saat melakukan evakuasi terhadap mayat korban yang sudah membusuk, Jumat (4/10/2019). [Foto: SANGALU/ Ist]

SANGALU, Batui – Warga wilayah Desa Honbola Kecamatan Batui, jumat (04/10) kemarin dihebohkan penemuan mayat seorang perempuan paruh baya, yang mulai membusuk di pondok kebun. Korban yang kemudian diketahui berinisial SB merupakan warga kelurahan Lamo, Kecamatan Batui yang telah berumur 50 tahun.

Pertama kali dilaporkan salah seorang saksi yang menemukan jasad korban ke Polsek Batui, sekitar pukul 03.30 wita, dinihari.

Mendapat laporan adanya penemuan mayat tersebut, Kapolsek Batui Iptu IK Yoga SH, memimpin personelnya ke lokasi mayat ditemukan. Yang juga menyertakan pihak medis dari Puskesmas Batui, sekitar pukul 04.00 wita.

Tiba di lokasi yang merupakan sebuah pondok di tengah perkebunan milik korban, pihak kepolisian kemudian mengamankan dan melakukan olah TKP. Yang kemudian mayat korban dievakuasi pada pagi hari, ke rumah puskesmas Batui.

Baca juga:  Bupati Apresiasi Inovasi 'GAM Banggai' terkait Halte Sampah

KONDISI mayat saat ditemukan membusuk di pondok kebun, Jumat (4/10/2019). [Foto: SANGALU/ Ist]
Dikutip dari Banggai Post Digital, mayat korban pertama kali ditemukan oleh Rustam (RS), seorang security PT Delta Subur Permai (perusahaan perkebunan sawit). Dimana pondok lokasi mayat tersebut ditemukan, tak jauh dari perkebunan sawit tersebut.

Saat itu, RS yang juga sebagai saksi yang melaporkan kejadian ini, tengah berjalan kaki dari area seismik di kecamatan Kintom, hendak menuju perkebunan sawit tempatnya berjaga. Berjalan selama berjam-jam, RS tiba di pondok tersebut, sekitar pukul 00.00 wita. RS diduga hendak beristirahat. Naik ke atas pondok, RS sempat memberi salam, namun tak ada jawaban.

Suasana pondok yang gelap gulita, dan adanya kecurigaan bau busuk yang berasal dari dalam pondok, RS kemudian membuka pintu sambil menyorotkan lampu senter. RS terkaget, karena bau busuk tersebut berasal dari mayat korban yang terlentang dalam pondok. RS pun berlari mengabarkan penemuan mayat tersebut ke rekan-rekannya di PT DSP. Yang kemudian diteruskan ke Polsek Batui, pada pukul 03.30 wita dinihari kemarin.

Mayat korban yang mulai membusuk tersebut, tiba di puskesmas Batui sekitar pukul 07.00 wita. Dikhawatirkan pemeriksaan medis terhadap jasad ini bisa menyebarkan virus atau sejenisnya, mengingat banyaknya pasien di Puskesmas Batui, pihak Puskesmas menyarankan dilakukan pemeriksaan luar di rumah duka.

Baca juga:  Peringati HUT ke 73, Bea Cukai Pinasa Bersama GAM di Teluk Lalong

Setelah dipertimbangkan bersama, Kapolsek, pihak puskesmas, tenaga medis dan pihak keluarga sepakat. Jasad korban dilakukan otopsi di rumah duka, di desa Dinpalon, Kintom. Sayang, hasl pemeriksaan berupa otopsi pihak medis Puskesmas Batui, belum berhasil didapatkan sumber media.

Sementara dari pengakuan beberapa saksi, korban terakhir terlihat pada rabu tanggal 2 Oktober. Salah satu yang terakhir melihat korban, yakni Rifai, seorang sekurity PT DSP. Hari itu sekitar pukul 16.00 wita sore, saksi yang melintas hendak pulang berjaga, melihat korban masih menyapu di depan pondoknya.

Baca juga:  DSLNG Beri Apresiasi Tenaga Medis sebagai Garda Terdepan Lawan Pandemi COVID-19

Saksi lainnya, bernama Erfika (50), yang bertetangga pondok dengan korban, mengatakan bahwa terakhir dirinya bertemu korban sekitar pukul 12.00 wita, rabu (02/10). Saat itu korban sempat menitipkan uang pada saksi ini, untuk dibelikan rokok di kios.

Setelah membelikan rokok dan mneyerahkannya ke korban, sejak saat itu saksi tak pernah lagi melihat korban. Saksi Erfika juga menambahkan, selama ini korban sering mengeluhkan sakit di tubuhnya, yang dikatakan korban mengalami pembengkakkan dan menguning.*

 

 (Jy)