Duda Ditemukan Tewas Usai Minum 3 Butir Telur Ayam

oleh -490 views
OLAH TKP: Pihak kepolisian saat hendak melakukan olah tempat kejadian perkara penemuan mayat di kompleks Pasar Simpong, Luwuk Selatan, Sabtu (12/10/2019) siang. [Foto: SANGALU/ Humas Polres]

SANGALU, Luwuk – Warga yang berada di pasar Simpong, kota Luwuk, sabtu (12/10) sekira pukul 11.00 wita, kembali dikagetkan adanya informasi sesosok mayat yang ditemukan dalam sebuah kamar kos-kosan, yang terletak di samping sebuah masjid dalam kompleks pasar tersebut.

Setelah polisi mendatangi TKP, diketahui mayat tersebut merupakan warga Desa Biak, Luwuk Timur, bernama Mas Yatiman Djono. Pria berumur 55 tahun dan bekerja sehari-hari sebagai buruh bangunan ini, tiba-tiba saja telah ditemukan tak bernyawa dalam kamar kos milik seorang nenek, bernama Ngatiyem (75). Polisi kemudian melakukan olah TKP, dan melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi.

Menurut Kapolres Banggai AKBP Moch Soleh S.Ik, dari hasil pemeriksaan diketahui pula bahwa korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya, bernama Amrin (41), yang selama ini juga tinggal sementara di kamar kos itu.

Baca juga:  Kasat Lantas Polres Banggai Berganti

Hendak membangunkan korban dan mengajaknya pergi bekerja sekitar pukul 10.00 wita, Amrin terkejut mendapatkan rekannya sudah tak lagi bernyawa. Kabar itupun segera menyebar di kompleks Pasar Simpong, yang kemudian geger dikabarkan bahwa ‘ada penemuan mayat di samping masjid pasar Simpong’.

Sementara itu, keterangan yang diperoleh dari Ngatiyem, pemilik kos-kosan, dikatakan bahwa sebelumnya korban mengeluh sakit. Dan sempat meminta saksi untuk dibelikan 3 butir telur ayam.

Setelah meminum telur ayam tersebut, korban kemudian meminta lagi saksi untuk dikerok punggungnya. Namun permintaan itu tak disanggupi saksi, karena badan korban yang dipegang saksi saat itu dirasakan dingin.

Baca juga:  Warga Koyoan Tewas Terjatuh dari Pohon Cengkih

“Paginya korban juga sempat cuci pakaian dulu. Setelah itu meminta tolong dibelikan telur dan kemudian diminumnya sekaligus. Setelah tak jadi dikerok saksi, korban kemudian ijin kembali masuk ke kamar untuk beristirahat,” jelas Kapolres Banggai.

Dari hasil visum yang dilakukan di RSUD Luwuk, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan. Begitu pula hasil olah TKP, polisi tak menemukan adanya indikasi perbuatan pidana.

Kamar masih dalam kondisi tidak berantakan, serta tak ada alat yang bisa digunakan berbuat kekerasan. Sehingga disimpulkan, bahwa penyebab kematian korban karena menderita sakit selama ini.

Baca juga:  Pesta Miras, Tujuh Warga Moilong Digelandang Polisi

“Korban selama ini hidup sendiri atau duda. Kemungkinan sudah lama sakit, tapi karena tak tahu meminta tolong kepada siapa, korban hanya memendam sakitnya. Hingga akhirnya meninggal dunia,” kata Kapolres.

Usai menjalani pemeriksaan menyeluruh, jenasah korban kemudian dipulangkan polisi ke alamat domisili korban, yakni di desa Biak, untuk kemudian dikebumikan.*

 

(jy)