Bappeda Klarifikasi Hilangnya Alokasi DID Banggai

oleh -228 views
KOORDINASI OPD: Komisi II DPRD Banggai saat rapat koordinasi bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis (10/10/2019). [Foto: SANGALU/ Ist]

SANGALU, Luwuk – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banggai memberikan klarifikasi terkait hilangnya alokasi Dana Insentif Daerah (DID) pada tahun anggaran 2020 mendatang.

Sekretaris Bappeda Kabupaten Banggai, Subhan Lanusi, dalam rapat kerja bersama Komisi II DPRD Kabupaten Banggai, Kamis (10/10/2019) menjelaskan, hilangnya alokasi DID untuk Kabupaten Banggai merupakan dampak dari keterlambatan APBD tahun 2019.

Menurut Subhan, pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung kepada Kementrian Dalam Negeri di Jakarta terkait hal itu.

Baca juga:  Sebut Inkonstitusional, Aliansi Pemuda Siap Gelar Musda KNPI di Luwuk

“Setelah kami tanyakan, jawabannya hanya satu, karena kita terlambat menetapkan APBD (2019_red), tidak sesuai waktu yang sudah ditetapkan,” tuturnya dihadapan legislator Komisi II seperti dilansir obormatindok. co. id.

Diketahui, Alokasi Dana Insentif Daerah tersebut diterima Kabupaten Banggai dalam beberapa tahun terakhir. Namun berdasarkan surat Kementrian Keuangan yang ditujukan kepada gubernur dan bupati/walikota se Indonesia, tentang alokasi dana transfer ke daerah tahun 2020, posisi Kabupaten Banggai tidak mendapatkan alokasi tersebut.

Masalah tersebut telah menjadi sorotan publik lantaran berbanding terbalik dengan berbagai prestasi yang dimiliki Kabupaten Banggai selama ini.

Baca juga:  Aksi Ketua HMI Luwuk Rebut Palu Sidang, Curi Perhatian Nasional

Untuk menyiasati keterlambatan penetapan APBD, Subhan berharap usulan yang disampaikan masyarakat melalui pokok pikiran dewan, hendaknya disampaikan sejak tahap awal perencanaan, yakni sejak OPD dalam tahap menyusun rencana kerja (Renja).

“Agar bisa masuk sejak inputing Renja sampai pada KUA PPAS, kalau kita terlambat, maka akan beresiko pada penetapan APBD,” katanya.*

 

(gt)