Pembunuhan Lamala Ternyata Dipicu Istri Sering Curhat di Medsos

oleh -2.971 views
KAPOLRES BANGGAI AKBP Moch Sholeh SIk menunjukkan foto barang bukti parang yang digunakan AD untuk menghabisi nyawa istrinya, Selasa (25/9/2019). [Foto: SANGALU/ Humas Polres]

SANGALU, Luwuk – Pelaku pembunuhan istri beranak 4 di Kecamatan Lamala mengungkap motif pembunuhan salah satunya karena istrinya kerap curhat di media sosial (Medsos) facebook.

Kepada sejumlah Jurnalis dihadapan Kapolres Banggai AKBP Moch Sholeh SIk, AD alias Odi (36) mengaku kejadian itu bermula dari kebiasaan istrinya yang cuhat di Messangger bersama pria lain. Kebiasaan itu bukan hanya sekali. Dan setiap kali pelaku mengingatkan, selalu berakhir adu mulut. Kemudian korban minggat dari rumah.

“Bukan baru kali ini. Sudah sering. Kalau saya ingatkan, dia selalu menantang dan mendorong saya. Padahal, saya cuma sampaikan kalau dia sudah berkeluarga. Tidak baik menceritakan masalah rumah tangga ke orang lain, apalagi sama laki-laki,” terang AD, Selasa (24/9/2019).

“Ini sudah sering terjadi. Kalau bertengkar dia (korban,red) minggat. Paling lama itu tiga minggu,” sambungnya.

Puncak dari emosi AD terjadi pada tanggal 20 September 2019 sore. AD yang masih lengkap dengan parangnya baru pulang dari kebun dan memindahkan sapi peliharaan tiba di rumah. Ia kemudian menanyakan ke anak sulung yang kini duduk di bangku SMA. “Mama sudah pulang”. ” Belum”, jawab si sulung.

Baca juga:  Pemda Banggai Hutang Tagihan Listrik PLN Rp1,5 M

Melihat anak bungsunya yang baru berusia 4 tahun tengah sakit. AD lalu mengambil handphone dan pergi membeli pulsa. Ia kemudian menelpon iparnya dan bertanya apakah istrinya ada di rumah di wilayah Kecamatan Lamala.

Saat telepon terhubung, wanita di seberang mengatakan bahwa istrinya ada di rumah. Lalu menyerahkan handphone ke YB (35), istrinya (korban, red).

Saat mendengar suara korban, AD lalu menanyakan kapan Ia pulang ke rumah. Tapi jawaban dari seberang tidak mengenakkan, disusul penutupan telepon. “So tidak akan pulang”. Seketika, AD emosi dan langsung berangkat dari Kecamatan Masama ke Kecamatan Lamala.

Baca juga:  Jabatan Kapolres Banggai Resmi Berganti

Tiba di rumah kerabatnya, YB terlihat di bagian dapur dan hendak menghindari AD. Emosi AD semakin memuncak dan langsung menghunus parang yang dibawanya. Tebasan pertama mengenai bantal yang di peluk YB.

Namun, saat korban lari keluar rumah dan terjatuh, tebasan berikutnya mengenai beberapa bagian tubuh korban. Korban pun jatuh bersimbah darah. Melihat kondisi itu, pelaku langsung beranjak ke rumah keluarganya di Kecamatan Masama hingga dijemput Polisi.

“Saya sadar saat itu. Saya sengaja tebas hanya bantal. Tapi saat dia lari dan jatuh, saya dengar banyak suara-suara yang bikin tambah emosi dan gelap mata. Akhirnya saya kejar dia dan terjadilah,” ungkapnya tertunduk saat ditemui usai konfrensi pers di ruang unit Laka Lantas Polres Banggai.

“Saya menyesal. Tapi semua sudah terjadi. Saya sadar konsekuensinya dan saya siap menjalani,” ungkap AD berkaca-kaca.

Baca juga:  Gunakan HP saat Berkendara, Siap-siap Ditilang

Belum Siap Temui Anak

Dengan tangan terikat, AD mengaku bahwa Ia belum siap menemui anak-anaknya. Selain tak ingin mengganggu psikologis mereka. Ia juga yakin saudara-saudaranya akan merawat ke empat anak itu dengan baik.

“Mereka (anak,red) pasti terpukul sekali. Saya sadari itu. Makanya saya tidak siap ketemu mereka. Saya percaya keluarga saya bisa merawat anak anakku,” imbuhnya.

AD berharap dalam perawatan saudaranya, ke empat anaknya bisa bertumbuh dengan baik. Meskipun, Ia harus menjalani hukuman atas perbuatannya itu.

Atas perbuatannya, AD dikenakan pasal berlapis. Salah satu pasal yang disangkakan yakni pasal 340 KUHP subs Pasal 338 KUHP, lebih subs Pasal 355 ayat (2) KUHP atau Pasal 45 ayat (3) Undang- undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang  Penghapusan KDRT dengan ancamam hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama 20 tahun.*

(van)