Kapolres Banggai Berhasil Redam Pendemo dengan Metode ‘Inspektur Vijaay’

oleh -1.592 views
DEMO TOLAK RUU: Mahasiswa dari berbagai elemen saat melakukan unjuk rasa di pertigaan Jalan Saman Hudi, depan gedung Parlemen Lalong, Rabu (25/9/2019). [Foto: SANGALU/ Steven Pontoh]

SANGALU, Luwuk – Jika di Jakarta dan kota besar lainnya pihak kepolisian kewalahan menghadapi pengunjuk rasa, di Kabupaten Banggai, khususnya Kota Luwuk tidak demikian. Kapolres Banggai AKBP Moch Sholeh SIk dan personil tak berlu berpanas-panasan menghadapi pendemo tolak RUU yang disuarakan oleh mahasiswa se Kabupaten Banggai, Rabu (25/9/2019).

Sebab, Kapolres Sholeh menerapkan metode lama yang kerap kita tonton di film-film India jaman dahulu. Biarkan pendemo menyuarakan aspirasinya dan bubar dengan sendirinya tanpa harus berhadap-hadapan dengan polisi. Cukup memantau dari bawah pohon dan bersihkan hasil pembakaran ban bekas.

“Sekarang ini masa sulit. Kalau kita hadapi, nanti viral lagi. Salah lagi polisinya. Jadi kita jaga jarak saja selama situasi masih kondusif,” kata Kapolres Sholeh usai memadamkan api dari ban bekas hasil pembakaran mahasiswa.

Baca juga:  Temui LSM GAM, Kapolres Banggai Siap Dukung Program Kebersihan 'Sapa Kasih'

Metode yang kerap kita tonton di film India dengan pemeran Inspektur Vijaay tersebut cukup berhasil. Mahasiswa yang bergilir berorasi menyampaikan aspirasinya akhirnya bubar dengan sendirinya. Mereka diduga kecapekan karena tak ada polisi, juga anggota DPRD Banggai yang berhadapan.

“Pokoknya semua anggota ikut arahan saya ya! Jangan ambil kesimpulan sendiri,” tandasnya saat apel usai pembersihan puing pembakaran.

Amatan sangalu.com, saat demo terjadi polisi hanya memantau dari bawah pohon rindang di areal Masjid Agung An Nur Luwuk, sekira 100 meter dari lokasi orasi para pendemo. Hanya anggota Intelkam yang terlihat mengambil gambar. Polisi baru merapat ke lokasi saat pendemo bubar. Mengambil karung bekas, membasahi dengan air, lalu menutup api dan membersihkan puing.

Baca juga:  Bangun Demokrasi tanpa Hoaks, Polres Banggai Undang Ustad Das'at Latief

Sementara itu, Arini, ASN staf DPRD Banggai sempat protes kepada Kapolres Sholeh karena anggota kepolisian tidak berada di Kantor DPRD Banggai untuk memberikan keamanan. Menurutnya, mereka ketakutan karena mahasiswa sempat masuk dan mengamuk di dalam gedung.

“Biasanya ada pengawalan polisi sehingga kami merasa aman. Tapi tadi tidak ada. Kami ketakutan karena mereka masuk ke ruangan,” ungkapnya.

Meski mahasiswa sempat mengamuk dan menyegel gedung DPRD Banggai, namun ASN yang ada tetap bertahan hingga waktu pulang kerja pada pukul 16.00 Wita. Beberapa diantaranya hanya mengeluarkan kendaraan dari halaman gedung DPRD ke badan jalan di samping pintu masuk RTH Lalong.

Baca juga:  Patah Kemudi, KM Lapolo Ekspress Nyaris Karam

Terlihat juga dua anggota legislatif keluar dari gedung DPRD Banggai dengan mengemudikan mobil Pajero Dakkar. Keduanya keluar ruangan saat massa aksi sempat berorasi hendak membakar gedung parlemen Lalong.*

 

(van)