Seminar Nasional, Upaya Menguatkan Budaya Lokal

oleh -144 views
PERKUAT KEBUDAYAAN: Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Dr Najamuddin Ramly, bersama dengan Kadis Pendidikan Nurdjalal, sejumlah OPD, Akademisi, Tokoh Budaya serta Tokoh Adat, foto bersama dalam seminar Kebudayaan, Selasa (9/7). [Foto: Taufik Basri/Luwuk Post]

SANGALU, Luwuk – Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai, melalui bidang Kebudayaan menggelar Seminar Nasional dalam upaya menguatan budaya lokal Kabupaten Banggai tahun 2019, di Hotel Swiss-Belinn Luwuk, Selasa (9/7/2019).

Kegiatan tersebut, selain dihadiri oleh Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo, Kadis Pendidikan Nurdjalal, sejumlah OPD, Akademisi, Tokoh Budaya dan Tokoh Masyarakat, juga dihadiri langsung oleh Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Dr Najamuddin Ramly.

Dalam sambutan, Kadis Pendidikan Nurdjalal menyampaikan, Maksud dan tujuan seminar adalah untuk memberikan pemahaman tentang nilai-nilai yang terkandung dalam objek pemajuan kebudayaan dalam upaya pengembangan karakter dan jati diri. “Kemudian juga mengali, mengembangkan, mempertahankan dan melestarikan budaya lokal daerah dan keberlangsungan disetiap generasi,” tuturnya.

Baca juga:  Sikapi Situasi Kamtibmas Penolakan Omnibus Law, Kapolres Banggai Undang Forkopimda

Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Dr Najamuddin Ramly mengatakan, melindungi kebudayaan itu harus, salah satunya dengan peningkatan anggaran pendapatan daerah, agar terus dikembangkan. “Kedepan ada festifal Pulo Dua, disana ada penangkaran Maleo, tempat Diving, itu harus di perhatikan agar Bangggai jadi tujuan wisata dunia,” pintanya.

Menurutnya, sudah banyak turis yang mengetahui dan sudah berencana akan mendatangi Banggai. Olehnya promosi sektor wisata harus terus dilakukan. “Penguatan kebudayaan untuk bantu beri kesadaran, baik budaya bahasa Saluan, Balantak dan Andio, jangan sampai orang Saluan sendiri tidak tahu bahasa Saluan,” ungkapnya.

Baca juga:  Soal Rekomendasi TMS, Herwin Yatim: Apa sih yang Bawaslu Provinsi Inginkan?

Wabub Banggai Mustar Labolo juga meminta kebudayaan di Kabupaten Banggai harus terus diperhatikan, karena saat ini tidak sedikit anak-anak yang tidak bisa menghafal bahasa Saluan dan Balantak. “Ini bagian penting harus diperhatikan, ini dialeg bahasa Saluan dan lainnya harus di pertahankan, kalau perlu di ajarkan di sekolah-sekolah, dan jangan malu,” pintanya.

Mewakili Tokoh Adat, Murad Nasir juga meminta kepada Pemda Bangai bagaimana ketika kedatangan tamu bisa menyambut dengan adat Banggai yang khas.

“Bagaimana caranya menghormati tamu, ya dengan menyambut baik menggunakan adat kita,” pungkasnya.*

Baca juga:  Ketika Mangrove jadi Sumber PAD di Banggai

 

(gom)