Ayo Lestarikan Kebudayaan Daerah Kabupaten Banggai

oleh -182 views
MAJUKAN KEBUDAYAAN: Setditjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Zulkarnain, Danpos AL Danang Tukiawan, Kadis Pendidikan Nurdjalal, Kabid Kebudayaan Yusriani Djangoh, dan sejumlah undangan penting lainnya, foto bersama disela-sela sosialisasi Undang-undang di Hotel Swiss-Belinn Luwuk, Selasa (25/6). [Foto: Taufik Basri/Luwuk Post]

SANGALU, Luwuk–Bupati Banggai Herwin Yatim, melalui Staf Ahli Bidang Pelayanan Publik dan Rekayasa Sosial Hasanuddin Idris, membuka kegiatan Sosialisasi UU. No. 5 Tahun 2019 tentang Pemajuan Kebudayaan, Selasa (25/6).

Kegiatan yang berlansung di Hotel Swiss bellin Luwuk tersebut, turut dihadiri Setditjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Zulkarnain, selaku Pemateri, Forkompimda, Kadis Pendidikan Nurdjalal, Kadishub Tasrik Djibran, Akademisi dari Untika Luwuk, Ketua BPCB Gorontalo, Ketua Tim Penyusun Bahasa Saluan dan Balantak, Robert Brown, Tokoh Masyarakat Banggai Murad Nasir, Ketua KNPI Banggai Irfan Bungadjim, Kabid Kebudayaan Disdik Banggai Hj. Yusriani Djangoh, Ketua PGRI Banggai Abd Sakkar, serta sejumlah koordinator Kecamatan Dinas Pendidikan dan Undangan lainya.

Dalam sambutannya, Hasanuddin Idris mengaku menyambut baik dan memberi apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan sosialisasi undang-undang tersebut.

Baca juga:  Kendaraan Pengamanan Presiden RI Tiba di Luwuk

Karena menurutnya, keberagaman daerah merupakan kekayaan dan identitas bangsa yang sangat diperlukan untuk memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia, di tengah dinamika perkembangan dunia.

“Dan untuk memajukan, tentunya diperlukan langkah strategis berupa upaya pemajuan kebudayaan melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan guna mewujudkan Masyarakat Indonesia yang berdaulat,” pintanya.

UU. RI No. 5 Tahun 2017 menurutnya adalah sebuah upaya untuk melindungi dan mengembangkan Kebudayaan Indonesia. “Olehnya kita harus melestarikan sepuluh obyek pemajuan kebudayaan adalah tradisi lisan, menu skrip, adat istiadat, permaianan rakyat, olahraga tradisional, pengatahuan tradisional, tekhnologi tradisional, seni, bahasa, ritus dan cagar budaya,” harapnya.

Baca juga:  Air Terjun Salodik Makin Memesona

Setditjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Zulkarnain menambahkan, inti dari sosialisasi Undang-undang tersebut ialah setiap Kabupaten Kota harus membuat pokok pikiran kebudayaan daerah. Peran dari masyarakat dan sejumlah pihak terkait juga harus ada juga di Undang-undang. Kemudian OPD juga harus memahami (kemauan masyarakt) agar bisa memajukan kebudayaan di Kabupaten Banggai.

“Harus buat Perda atau aturan (terkait undang-undangan kebudayaan) yang bisa memajukan Kabupaten Banggai,” pungkasnya.*

(Drx)