Anak Balita Perempuan Ditemukan Mengapung di Pantai Kilo Satu

oleh -569 views
Korban saat berada digendongan orang tua sesaat setelah diangkat warga dari laut, Rabu (1/5/2019). [Foto: Istimewa]

SANGALU, Luwuk – Kabar duka ini bisa jadi pembelajaran bagi para orang tua yang memiliki balita, terutama bagi mereka yang bermukim di pesisir pantai. Seorang balita ditemukan mengapung di tepi pantai Kelurahan Bungin, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Rabu (1/5/2019) sekira pukul 15.30 Wita.

Korban yang belakangan diketahui bernama Epi, anak dari keluarga Alpred (23). Ia ditemukan pertama kali oleh Haikal, nelayan setempat saat hendak menaikkan perahu. Haikal lalu memanggil pamannya dan bersama warga berusaha menolong korban terapung yang sudah terapung.

Warga yang menemukan langsung berupaya memberi pertolongan pertama, kemudian didampingi seorang polisi korban dilarikan ke rumah sakit Luwuk. Sayang, saat diperiksa dokter menyatakan korban sudah tiada. Menurut dokter, korban tewas karena terlalu banyak menelan air laut.

Baca juga:  Hasil Swab, Supervisor PT PAU (Meninggal) Terkonfirmasi COVID-19

Paman korban, Narto (14) mengaku sempat melihat korban mandi laut dan bermain pasir di belakang rumah pada pukul 14.00 Wita. Setelah itu, Ia tak tahu lagi. Hingga korban ditemukan sudah tidak bernyawa.

Saat ini, korban telah disemayamkan di rumah duka yang terletak di Jalan Imam Bonjol, Kilometer Satu, Kelurahan Bungin. Pihak keluarga terlihat sangat kehilangan atas kepergian buah hatinya. Mereka tak menyangka, Epi akan pergi dengan cara seperti itu.

Bagi para orang tua lainnya, kejadian ini bisa dijadikan pelajaran agar dapat menjaga anak dengan baik. Terutama untuk balita dalam setiap aktifitasnya. Memperhatikan kemana Ia pergi dan dengan siapa mereka bermain.

Baca juga:  Diduga Ada Pungli, Kades Mekar Jaya: Itu Bukan Ranah Kami

Musibah memang tak ada yang tahu, namun sebagai orang tua melindungi anak adalah hal wajib. Semoga korban diberikan tempat yang layak di sisiNYA. Aaamiiin.*

(rdk)