Sejumlah Pimpinan Parpol Daerah Desak Pemungutan Suara Ulang (PSU)

oleh -143 views
Ketua DPD Partai Golkar, Syamsulbahri Mang saat memantau proses pendistribusian logistik pemilu, Rabu (17/4/2019) lalu di kantor PUPR Banggai. [Foto: SANGALU/ Steven Pontoh]

SANGALU, Luwuk – Sebuah surat berisi permintaan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banggai untuk segera menghentikan proses perhitungan dan rekapitulasi suara ramai beredar di media sosial. Mereka juga menginginkan dilakukannya pemungutan suara ulang (PSU).

Tuntutan ini diajukan pucuk pimpinan partai politik (parpol) di daerah, menyusul penundaan pemungutan suara di sejumlah tempat akibat kelalaian KPU dalam proses ditribusi logistik.

Dilaporkan akibat keterlambatan distribusi logistik tersebut menyebabkan ratusan TPS yang tersebar di dapil I dan IV tidak dapat melakukan pemungutan suara secara serentak, Rabu 17 april 2019.

Baca juga:  Banggai Terancam Tak Pilkada, Mendagri: Pak Longki Tolong Ingatkan Bupati Banggai

Salah satu pucuk pimpinan parpol di daerah, DPD II Partai Golkar Samsulbahri Mang mengatakan, selain menyebabkan tertundanya pencoblosan secara serentak, rangkaian proses distribusi susulan pada 11 wilayah kecamatan yang masuk di Dapil I dan IV itu juga dinilai sangat amburadul.

“Jadi selain pendistribusian logistik yang tidak sesuai jadwal, kemudian (logistik) sesampainya di TPS ada pula banyak kekurangan yang ditemui petugas TPS,” kata dia, Sabtu (20/4) petang di Kantor KPU Banggai seperti dilansir CNAdayli.

Baca juga:  Kapal Muat Ratusan Kontener Tabrak Dermaga ASDP Luwuk

Kekurangan dari bagian logistik pemilu itu sendiri berupa surat suara, C1 Plano hingga tidak tersedianya C1 Hologram. “Mulai surat suara yang kurang, C1 Plano yang tidak tersedia, hingga blanko C1 hologram tidak ada, yang kurang, bahkan ada yang tertukar,” imbuhnya.

Sesalnya lagi disejumlah tempat ada KPPS yang berani menggunakan kertas karton atau bahan lainnya sebagai pengganti lembar C1 Plano dalam penghitungan hasil di TPS, informasinya KPU Banggai telah mengijinkan penggunaan lembar kertas lain tersebut.

“KPU yang (telah) mengeluarkan surat untuk disalin hasil rekapitulasi itu dikertas karton, bahkan ada yang menggunakan kertas supermi, ini keterlaluan sekali. Olehnya itu kami menolak hasil Pemilu di Dapil Idan IV di sebelas kecamatan,” tegas Bali Mang.

Baca juga:  Hari Ini, 4 Pejabat yang Dilantik Bupati Herwin Diperiksa Bawaslu

 

(ab/sy)