Lapas Idol, Hilangkan Kejenuhan Warga Binaan di Luwuk

oleh -202 views
TAMPIL PEDE: Seorang warga binaan tampil percaya diri (pede) saat tampil sebagai finalis kontes pencarian bakat 'Lapas Idol Luwuk', Sabtu (27/4/2019). [Foto: Istimewa]

SANGALU, Luwuk – Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Sutopo Barutu punya cara baru untuk memberikan hiburan kepada ratusan warga binaannya. Setalah sukses menggelar MTQ tingkat Lapas, kali ini Ia menyuguhkan ‘Lapas Idol Luwuk’.

Kegiatan itu diwajibkan kepada seluruh warga binaan dari setiap blok tahanan hingga menghasilkan 24 finalis, Sabtu (27/4/2019). Masing-masing finalis membawa genre musik berbeda saat tampil, ada yang pop, dangdut dan rock. Kegiatan ini disambut antusias warga binaan lain yang aktif memberikan semangat setiap dukungannya tampil.

Setiap peserta yang tampil dinilai oleh tiga orang juri dari beberapa latar belakang. Hanya saja seorang juri diantaranya diketahui adalah pelatih paduan suara yang aktif di Kabupaten Banggai. Juri tersebut ialah Pdt. Samuel Pattiwael S.Th. Para juri pun terlihat sangat serius dan teliti dalam memperhatikan penampilan dari finalis.

Baca juga:  Tingkatkan Perekonomian Daerah, Hipmi Dorong Pengesahan UU Wirausaha

Kepala Lapas, Sutopo Barutu menjelaskan kegiatan yang digelar dalam rangka peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 55 tahun 2019 ini, sengaja dibuat untuk memberikan hiburan kepada warga binaan. Selain itu, momen tersebut juga bisa menjadi salah satu kegiatan penyaluran bakat menyanyi warga binaan.

“Ternyata antusias warga binaan luar biasa. Semua semangat mengikuti dan terhibur. Kita tau bersama mereka pasti jenuh dan kegiatan ini bisa juga jadi hiburan,” kata Sutopo.

Kegiatan kontes pencarian bakat ini baru pertama kali digelar sepanjang sejarah berdirinya Lapas Luwuk. Sementara, 24 finalis yang lolos merupakan perwakilan dari 14 blok tahanan Lapas Kelas IIB Luwuk.

Baca juga:  Jaga Semangat Atlet, Pemerintah Sepakat 'Gadai' APBD

Muhammad Faisal, salah satu peserta Lapas Idol mengaku sangat terhibur dengan kegiatan tersebut. Ia mengatakan kejenuhan mereka berada dalam sel tahanan terobati dengan adanya kontes menyanyi itu.

Ia juga berharap kegiatan itu dapat berlanjut hingga warga binaan mendapatkan hiburan tersendiri. “Kalau bisa kegiatan seperti ini diadakan setiap bulan sekali,” harapnya yang diamini dua peserta lainnya.*

(van)